Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan dan transparansi, yang merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan sebanyak 32,4 juta investor sekaligus meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa tata kelola perusahaan yang baik harus menjadi bagian integral dari nilai dan strategi bisnis, bukan sekadar kewajiban bagi perusahaan tercatat.
"Di pasar modal, kepercayaan adalah modal utama. Investor menempatkan dananya pada perusahaan dengan mengandalkan informasi yang disampaikan oleh perusahaan kepada publik,” ujar Jeffrey dalam acara 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Senin.
Menurut Jeffrey, kepercayaan investor dapat tumbuh apabila perusahaan dikelola dengan baik, menyampaikan informasi secara transparan dan dapat diandalkan, serta melindungi hak-hak investor publik.
Baca juga: OJK: Penghimpunan dana pasar modal capai Rp186 triliun per September
Selain itu, lanjutnya, kualitas tata kelola perusahaan juga tercermin dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, keterbukaan informasi, serta pertanggungjawaban kinerja kepada publik.
Sebagai upaya memperkuat hal tersebut, pihaknya terus berupaya menjaga integritas pasar dan meningkatkan kualitas informasi melalui edukasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).
Ia memastikan BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga terkait terus mendorong reformasi untuk meningkatkan transparansi, tata kelola, serta kredibilitas pasar modal Indonesia.
Ia menjelaskan, berbagai upaya tersebut diantaranya penguatan keterbukaan informasi, transparansi kepemilikan saham, serta peningkatan persyaratan minimum free float atau porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan kepada publik.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·