BEI: Penerapan harga saham Rp1 tak sepenuhnya pemicu koreksi IHSG

4 jam yang lalu 4

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai penyesuaian harga saham terendah dari semula Rp50 menjadi Rp1, bukan sepenuhnya menjadi faktor pemicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan pada perdagangan Senin.

Direktur Utama, BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bobot saham-saham yang sebelumnya lama bertahan di harga Rp50 terhadap IHSG relatif kecil, sehingga penurunannya tidak secara signifikan mempengaruhi indeks.

"Jadi tidak semata-mata karena faktor penurunan di bawah harga Rp50 yang memberikan pressure kepada IHSG," ujar Jeffrey diwawancarai wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin.

Jeffrey menjelaskan, sejumlah saham telah bertahun-tahun tertahan di harga Rp50 tanpa adanya transaksi, sehingga kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga Rp50 belum tentu mencerminkan nilai wajar (fair value) saham-saham tersebut.

Dengan dihapusnya batas harga saham terendah Rp50, menurutnya saham-saham tersebut saat ini memiliki ruang untuk bergerak menemukan harga wajarnya melalui mekanisme pasar.

Namun demikian, ia menjelaskan proses penemuan harga wajar tersebut membutuhkan waktu, karena pergerakan saham tetap mengikuti mekanisme perdagangan, termasuk ketentuan auto rejection.

Dalam kesempatan ini, Jeffrey mengungkapkan terdapat 69 saham yang diperdagangkan di bawah level Rp50 p​​​​​ada hari pertama kebijakan tersebut diterapkan pada Senin (28/9).

"Yang ada di harga Rp50 itu ada yang sudah bertahun-tahun di harga Rp50 tanpa ada transaksi. Artinya memang kesepakatan dari pelaku, dari investor yang mungkin memang fair value-nya tidak di Rp50 dan saat ini sedang mencari fair value-nya," ujar Jeffrey

Meski demikian, ia menegaskan kontribusi saham-saham tersebut terhadap IHSG tidak besar, yang mana terdapat sekitar 20 saham yang sebelumnya berada di level Rp50, kemudian bertambah oleh saham dari Papan Pemantauan Khusus yang diperdagangkan di bawah Rp50.

Jeffrey menilai pelaksanaan kebijakan tersebut pada hari pertama berjalan baik, mulai dari tahap pre-opening, pembukaan pasar hingga perdagangan berlangsung, serta respons pasar terhadap penerapan kebijakan tersebut juga positif.

"Pada saat ini diberlakukan, respons dari pasar itu positif," ujar Jeffrey.

Pada penutupan perdagangan Senin (28/9) sore, IHSG ditutup melemah 94,03 poin atau 1,51 persen ke posisi 6.147,86. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,30 poin atau 1,50 persen ke posisi 611,81.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,63 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,07 miliar lembar saham senilai Rp12,57 triliun. Sebanyak 192 saham naik, 554 saham menurun dan 217 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: IHSG ditutup melemah terbebani kombinasi sentimen global dan domestik

Baca juga: BEI sempurnakan ketentuan papan pemantauan khusus

Baca juga: BEI: Seluruh Anggota Bursa siap terapkan harga saham terendah Rp1

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya