REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Salah satu pejabat tinggi Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), Andrew Bailey, mengumumkan pengunduran dirinya setelah hanya sekitar satu tahun berada di jajaran kepemimpinan lembaga tersebut. Mantan jaksa agung Missouri itu mengatakan ingin meninggalkan Washington dan kembali bersama keluarganya di Missouri.
Bailey merupakan salah satu dari dua pejabat yang menjalankan fungsi wakil direktur di bawah Direktur FBI Kash Patel. Pengunduran dirinya akan efektif pada Jumat (2/10/2026), menurut sejumlah sumber yang mengetahui keputusan tersebut.
“Dengan penuh kebanggaan atas apa yang telah kami capai, saya mengumumkan bahwa saya mengundurkan diri untuk kembali kepada keluarga saya di Missouri,” kata Bailey melalui akun X pada Senin (28/9/2026).
Bailey juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Donald Trump, Jaksa Agung Todd Blanche, dan Patel atas kesempatan yang diberikan kepadanya. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Patel akan melanjutkan agenda perubahan di tubuh FBI, termasuk menangani kejahatan kekerasan, menjaga keamanan dalam negeri, memperkuat akuntabilitas organisasi, dan memulihkan kepercayaan publik.
Patel membalas pernyataan tersebut dengan memuji pengabdian Bailey. Direktur FBI itu mengatakan Bailey berkontribusi dalam penerapan reformasi dan upaya mengembalikan FBI kepada apa yang disebutnya sebagai misi inti lembaga tersebut.
Pengunduran diri Bailey menjadi perhatian karena terjadi di tengah perubahan besar pada jajaran kepemimpinan FBI. Bailey bergabung dengan biro tersebut pada 2025 setelah meninggalkan jabatannya sebagai jaksa agung Missouri. Sebelum masuk FBI, ia dikenal sebagai politikus Partai Republik dan sekutu Trump.
Posisi yang diberikan kepadanya juga tidak lazim dalam sejarah FBI. Jabatan wakil direktur secara tradisional dipegang seorang pejabat karier FBI, tetapi Bailey masuk melalui skema co-deputy director sehingga tanggung jawab orang nomor dua di biro tersebut dibagi kepada dua pejabat. ABC News menyebut model co-deputy director itu merupakan yang pertama dalam sejarah FBI.
Struktur Tak Lazim
Pada awal masa tugasnya, Bailey berbagi posisi dengan Dan Bongino, mantan agen Secret Service yang kemudian dikenal sebagai pembawa acara dan komentator konservatif. Bongino meninggalkan FBI pada Januari 2026.
Posisinya kemudian diisi Christopher Raia, pejabat karier FBI yang sebelumnya memimpin kantor lapangan FBI di New York. Bailey dan Raia selanjutnya menjalankan fungsi wakil direktur secara bersamaan di bawah Patel.
Belum jelas apakah FBI akan mempertahankan struktur dua wakil direktur setelah kepergian Bailey atau mengembalikan Raia sebagai satu-satunya pejabat nomor dua. Secara historis, wakil direktur FBI merupakan seorang pejabat karier yang mengelola operasi sehari-hari biro tersebut.
Selama berada di FBI, Bailey antara lain terlibat dalam penanganan penyelidikan terkait pemilu. Reuters melaporkan ia ikut mengawasi penyelidikan terkait pemilu dan hadir ketika agen federal menyita surat suara Pemilu 2020 di Georgia pada awal 2026.
Bailey sebelumnya juga pernah dipertimbangkan untuk menduduki jabatan Direktur FBI sebelum akhirnya Trump memilih Patel. Namun, Bailey kemudian masuk ke jajaran pimpinan biro sebagai co-deputy director.

21 menit yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·