Militan Houthi di sebuah pos militer usai menguasai kota pelabuhan Mokha, Yaman yang berdekatan dengan Selat Bab al-Mandeb. Foto dirilis ke media pada 13 September 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki menegaskan tidak akan mengirim pasukannya bertempur di Yaman melawan Houthi. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan pengiriman pasukan Ankara ke Arab Saudi berdasarkan Pakta Pertahanan Makkah bukan untuk melancarkan serangan ke Yaman.
"Ini bukan perjanjian ofensif. Turki tidak akan mengirim pasukan ke wilayah negara lain untuk melancarkan serangan di sana," ujarnya dalam konferensi pers langsung di Ankara.
Fidan menambahkan bahwa kemungkinan pengerahan pasukan Turki ke Arab Saudi hanya akan bersifat defensif.
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan pekan ini sepakat untuk bersama-sama mengerahkan pasukan dan peralatan militer sebagai bentuk solidaritas terhadap Riyadh dalam menghadapi serangan Houthi dari Yaman.
Fidan mengatakan delegasi militer akan mengkaji kebutuhan pertahanan operasional Arab Saudi dan menentukan kontribusi apa yang dapat diberikan oleh Turki dan Pakistan.
"Proses yang diperlukan untuk mengajukan perjanjian Makkah ke parlemen Turki telah rampung," katanya.
"Kami telah memutuskan untuk meneruskannya ke parlemen sesegera mungkin. Pada dasarnya, kami telah menyelesaikan persiapan kami sendiri."
Middle East Eye melaporkan pada Selasa bahwa Turki akan mengirimkan personel, pilot, dan pesawat tambahan untuk membantu melindungi infrastruktur Arab Saudi dalam beberapa pekan mendatang, dengan pengerahan lebih lanjut bergantung pada persetujuan parlemen.

31 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·