Bank Jatim (BJTM) kucurkan kredit Rp66,4 triliun per Juli 2026

2 jam yang lalu 2
Segmen konsumtif, khususnya, kredit berbasis payroll, masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BTJM) atau Bank Jatim mencatatkan realisasi penyaluran kredit senilai Rp66,4 triliun per Juli 2026, terkontraksi sebesar 2,6 persen (year-on-year/yoy).

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan kondisi daya beli dan permintaan kredit yang masih konservatif membuat Bank Jatim menerapkan strategi penyaluran kredit secara lebih selektif dengan mengutamakan kualitas aset.

“Segmen konsumtif, khususnya, kredit berbasis payroll, masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif. Oleh karena itu, kami terus mengembangkan layanan yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus memperkuat pangsa pasar,” ujarnya dalam Public Expose Live 2026 (Pubex Live 2026) secara daring di Jakarta, Rabu.

Pada segmen produktif, portofolio kredit Bank Jatim mencakup segmen mikro, ritel dan menengah, serta korporasi.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) disebut menjadi salah satu kontributor penting pada segmen mikro, sementara Jatim Ritel menjadi kontributor utama pada segmen ritel dan menengah.

Baca juga: Khofifah: Bank Jatim tunjukkan fungsi intermediasi dengan baik

Baca juga: Bank jatim bukukan laba bersih Rp661 miliar pada kuartal I-2026

Dalam menjaga kualitas kredit, lanjut Winardi, Bank Jatim menerapkan langkah preventif dan kuratif.

Program tersebut meliputi evaluasi kualitas kredit, penguatan fungsi account officer dan risk, restrukturisasi, pengelolaan kredit bermasalah, perbaikan proses bisnis, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta monitoring dan controlling secara berkala.

Winardi menyatakan selain penguatan bisnis, Bank Jatim juga terus menjalankan komitmen terhadap penerapan prinsip keberlanjutan.

Pada 2025, penyaluran kredit kepada usaha berwawasan lingkungan mencapai Rp 5,40 triliun.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan, kesehatan, budaya, sosial, serta kegiatan pelestarian lingkungan hidup.

“Memasuki semester II, Bank Jatim akan terus melakukan penguatan fundamental dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset. Fokus perusahaan mencakup penyaluran kredit yang selektif untuk sektor ekonomi yang masih memiliki prospek,” ujarnya.

Baca juga: Bank Jatim bagikan dividen Rp850,17 miliar tahun buku 2025

Baca juga: Bank Jatim luncurkan JConnect versi baru guna perkuat digitalisasi

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya