Jakarta (ANTARA) - PT Bank Jago Tbk mencatat pemanfaatan fitur kantong untuk alokasi persiapan haji dan umrah di Aplikasi Jago dan Jago Syariah meningkat tiga kali lipat dalam satu tahun terakhir, mencapai 89,3 ribu kantong hingga September 2026.
Lebih rinci, kantong yang dialokasikan khusus untuk rencana haji mencapai 36,2 ribu, sementara kantong untuk rencana umrah mencapai 53,1 ribu.
Head of Sharia Digital Funding PT Bank Jago Tbk Nur Fajriah Rachmah di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa perseroan hadir sebagai solusi keuangan digital yang fokus pada kebutuhan hidup masyarakat.
“Lewat Aplikasi Jago dan Jago Syariah, nasabah bisa disiplin merencanakan keuangan untuk umrah sekaligus bertransaksi dengan nyaman selama berada di Tanah Suci,” kata Nur.
Selain perencanaan keuangan dengan menyiapkan dana melalui fitur Kantong, perseroan mencatat bahwa aktivitas penggunaan Kartu Debit Visa Jago Syariah di Arab Saudi juga meningkat.
Frekuensi transaksi di Tanah Suci meningkat dari 36 ribu pada September 2025 menjadi 62,3 ribu per September 2026, mencakup transaksi online dan offline.
Fleksibilitas menghubungkan Kartu Jago Syariah ke Kantong yang diinginkan memudahkan pengguna untuk melakukan transaksi online dan offline di Tanah Suci.
Transaksi online yang biasa dilakukan pengguna Jago Syariah terkait dengan umrah, di antaranya membeli tiket pesawat, hotel, food delivery, maupun tiket Kereta Cepat Haramain.
Sementara transaksi offline langsung selama perjalanan meliputi transaksi kartu di merchant berlogo Visa, seperti restoran, coffee shop, toko oleh-oleh, supermarket, dan merchant lainnya.
Jago Syariah juga menyediakan Umroh Pocket Guide yang berisi rekomendasi praktis dan ringkas yang dirancang untuk menemani perjalanan ibadah umrah, khususnya bagi jamaah yang ingin menjalankan umrah mandiri.
Menurut Nur, kenaikan penggunaan Aplikasi Jago dan Jago Syariah serta pembuatan kantong untuk umrah menunjukkan bahwa perjalanan ibadah ini bukan lagi sebatas impian tetapi telah menjadi bagian dalam perencanaan hidup generasi dewasa muda saat ini.
Apalagi, sekitar 90 persen dari total 2,2 juta nasabah Jago Syariah berasal dari kalangan milenial dan generasi (gen) Z, dengan porsi gen Z (18-29 tahun) mendominasi hingga 55 persen.
Agar persiapan ibadah lebih matang, imbuh Nur, perencanaan keuangan untuk umrah perlu dilakukan dengan cermat, mulai dari biaya penerbangan, akomodasi, uang saku, hingga dana cadangan.
Nasabah bisa memisahkan dana sesuai tujuan umrah dan menentukan target dengan memanfaatkan fitur auto budgeting.
"Kalau finansial sudah tertata dari awal, ibadah akan terasa lebih tenang dan kita tidak perlu pusing memikirkan kondisi keuangan saat beribadah dan kembali ke tanah air,” kata Nur.
Ia menambahkan, Jago Syariah berkomitmen terus mendampingi nasabah untuk membangun kebiasaan finansial yang terarah dan berkelanjutan.
Adapun secara umum, Jago Syariah mencatatkan pertumbuhan solid dengan volume transaksi per September 2026 mengalami peningkatan sebesar 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan nominal transaksi naik 50 persen (year on year/yoy).
Baca juga: BSI: Tabungan haji dan umrah capai 7,69 juta rekening hingga Juni 2026
Baca juga: Jago Syariah: 40 ribu nasabah manfaatkan fitur kantong haji-umrah
Baca juga: Empat kiat atur keuangan wujudkan mimpi ke "Baitullah"
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·