Jakarta (ANTARA) - PT Bank Aladin Syariah Tbk menyepakati pembiayaan modal kerja senilai Rp24,9 miliar bagi tiga perusahaan di sektor perdagangan makanan dan minuman serta konstruksi bangunan ritel dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
"Bagi kami, pembiayaan harus berangkat dari kebutuhan nyata pelaku usaha," kata Direktur Bank Aladin Syariah Jo Anula Putra dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan kesepakatan yang ditandatangani pada Jumat (16/10) tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan kelangsungan kegiatan usaha di sektor riil.
Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Dunia Boga Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan makanan dan minuman, serta PT Hanif Tunggal Mandiri dan PT Dwiyasa Gemilang Abadi yang bergerak di bidang konstruksi bangunan ritel.
Menurut perseroan, pembiayaan bagi PT Dunia Boga Indonesia diharapkan dapat mendukung kegiatan perdagangan makanan dan minuman, termasuk pengelolaan pasokan serta pemenuhan permintaan pasar.
Sementara itu, pembiayaan kepada PT Hanif Tunggal Mandiri ditujukan untuk menunjang proyek pembangunan gerai Alfamart, sedangkan PT Dwiyasa Gemilang Abadi untuk pembangunan gerai Alfamidi di berbagai wilayah Indonesia.
Jo menjelaskan pembiayaan modal kerja berperan dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan, mulai dari pengadaan barang dan pengelolaan persediaan hingga pemenuhan kebutuhan pelaksanaan proyek.
Menurut dia, dukungan pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas usaha dapat membantu perusahaan meningkatkan kegiatan produktif sekaligus memperkuat sektor riil.
"Melalui kerja sama ini, kami berharap pembiayaan yang disalurkan dapat membantu perusahaan mengembangkan usahanya sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang lebih luas," ujarnya.
Perseroan juga memanfaatkan kolaborasi dalam ekosistem Alfa Group untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang terhubung dengan kegiatan perdagangan dan konstruksi ritel.
Jo mengatakan kerja sama tersebut diharapkan turut membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang melalui kegiatan ekonomi yang terhubung dengan ekosistem usaha tersebut.
Kendati demikian, ia menekankan bahwa pengembangan pembiayaan harus tetap mempertimbangkan kemampuan debitur dan prinsip kehati-hatian agar pertumbuhan usaha berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
"Kami ingin layanan Bank Aladin Syariah bisa membantu mereka dalam menjaga kelancaran bisnisnya dan memanfaatkan peluang yang ada, dengan tetap memperhatikan kemampuan usaha dan prinsip kehati-hatian," katanya.
Secara lebih luas, Bank Indonesia (BI) mencatat nilai penjajakan dan pencocokan usaha (business matching) untuk pembiayaan serta perdagangan syariah dalam ISEF 2026 mencapai Rp3,16 triliun.
Berdasarkan hasil akhir penyelenggaraan ISEF pada 14–18 Oktober 2026, nilai tersebut terdiri atas pembiayaan syariah sebesar Rp2,6 triliun dan kesepakatan perdagangan syariah senilai Rp558,4 miliar.
Bank Indonesia menekankan pentingnya menghubungkan pembiayaan syariah dengan kegiatan produktif agar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memberikan manfaat bagi dunia usaha serta kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Bank Aladin Syariah catat laba Rp38,3 miliar hingga kuartal II 2026
Baca juga: Bank Aladin Syariah bantu pembangunan ruang kelas SD Muhammadiyah 09
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·