Banda Aceh (ANTARA) - PT Bank Aceh Syariah (BAS) telah melakukan pembayaran sebesar Rp157,4 miliar dana pensiun aparatur sipil negara (ASN) di Aceh hingga Agustus 2026 berkat penguatan kerja sama dengan PT Taspen (Persero).
"Per Agustus 2026, Bank Aceh dipercaya mengelola pembayaran pensiun dengan total Rp157,4 miliar kepada 45.688 orang melalui empat Kantor Cabang Koordinator, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan dan Jakarta," kata Direktur Dana dan Jasa BAS, M Hendra Supardi di Aceh Besar, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan M Hendra Supardi usai melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Stimulasi Pertumbuhan Dana Pensiun pada Bank Aceh dengan PT Taspen di Aceh Besar.
Hendra menyampaikan sebelumnya Bank Aceh Syariah juga telah menandatangani perpanjangan PKS dengan Taspen terkait Tabungan Hari Tua (THT), pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta Jaminan Kematian (JKM) pada Mei 2026.
"Kemudian, dalam evaluasi berbagai kerja sama tersebut, Bank Aceh Syariah meraih predikat sangat baik," ujarnya.
Hendra menuturkan dengan keberlanjutan kerja sama ini, Bank Aceh Syariah juga memastikan telah melakukan pelaporan administrasi, termasuk SPTB, SPTJM, otentikasi, serta pendukung lainnya, diselesaikan tepat waktu sesuai standar yang ditetapkan PT Taspen.
Baca juga: Bank Aceh salurkan pembiayaan KUR Rp2,94 triliun untuk 26.983 UMKM
Dalam meningkatkan kualitas layanan, pihaknya turut berpartisipasi dalam kegiatan Batas Usia Pensiun (BUP) bagi calon pensiunan di seluruh kabupaten/kota di Aceh dengan dukungan PT Taspen Cabang Banda Aceh dan Lhokseumawe.
Ia menyampaikan selama ini Bank Aceh juga turut melaksanakan sosialisasi ketetapan serta pelatihan dan sertifikasi office channeling mitra bayar bagi supervisor dan petugas khusus di jaringan cabang Bank Aceh.
Selain layanan pembayaran pensiun, Bank Aceh berkomitmen memberdayakan para pensiunan, antara lain melalui pelibatan mereka dalam kegiatan UMKM.
"Bank Aceh Syariah siap memfasilitasi koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat kolaborasi kegiatan BUP bersama PT Taspen," kata Hendra.
Terpisah, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas mengatakan penguatan kerja sama dengan PT Taspen merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan kedua pihak sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di Aceh.
Menurut dia, sebagai perbankan milik pemerintah Aceh, Bank Aceh memiliki peran strategis dalam membangun sinergi dengan berbagai lembaga untuk mendukung program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap sinergi Bank Aceh Syariah dan Taspen dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.
“Bank Aceh menyambut baik penguatan kerja sama dengan Taspen ini. Kami melihat masih banyak ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan, sehingga hubungan kedua lembaga ini dapat memberikan manfaat yang semakin luas,” demikian Fadhil Ilyas.
Baca juga: OJK: Total aset perbankan di Aceh capai Rp65,99 triliun
Baca juga: BSI catat 98 persen jaringan BSI Agen di Aceh kembali beroperasi
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·