Bangladesh-Turki Masuk Babak Baru, Kerja Sama Pertahanan Jadi Fokus

5 jam yang lalu 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bangladesh dan Turki mengambil langkah baru untuk memperkuat kemitraan strategis mereka. Kedua negara sepakat membentuk komite gabungan tingkat menteri yang akan menangani kerja sama politik dan pertahanan, sebuah langkah yang menandai semakin eratnya hubungan antara Dhaka dan Ankara.

Kesepakatan itu dicapai setelah pertemuan Perdana Menteri Bangladesh Tarique Rahman dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan di Dhaka pada Sabtu.

Fokus pembicaraan tidak hanya pada hubungan diplomatik biasa.

Kedua pihak membahas cara memperluas kerja sama melalui mekanisme yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Hasilnya, Bangladesh dan Turki sepakat membentuk komite gabungan yang melibatkan kementerian luar negeri dan kementerian pertahanan dari kedua negara.

Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa hubungan Dhaka-Ankara memasuki fase baru.

Kantor Perdana Menteri Bangladesh (PMO) menyatakan komite gabungan itu akan menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi politik, pertahanan, dan berbagai bidang kerja sama strategis lainnya. Selain itu, kedua negara juga sepakat menggelar pertemuan tahunan tingkat menteri luar negeri guna memastikan agenda kerja sama terus berjalan.

"Bangladesh dan Turki memutuskan untuk membentuk komite gabungan di tingkat menteri pertahanan dan luar negeri untuk memperkuat kerja sama politik dan pertahanan antara kedua negara," demikian pernyataan PMO.

Kesepakatan ini muncul di tengah meningkatnya peran Turki dalam berbagai isu regional dan global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ankara aktif memperluas jejaring diplomasi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan dengan negara-negara Asia. Bangladesh, yang memiliki posisi strategis di Asia Selatan dan ekonomi yang terus berkembang, dipandang sebagai mitra penting dalam kebijakan luar negeri Turki.

Karena itu, kunjungan Hakan Fidan ke Dhaka mendapat perhatian khusus.

Menteri Luar Negeri Turki itu tiba di Bangladesh pada Kamis untuk menjalani kunjungan selama tiga hari. Selain bertemu para pemimpin politik, ia juga dijadwalkan membahas peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor.

Pertanyaannya kini, sejauh mana kemitraan baru ini akan mengubah peta hubungan Turki dengan Asia Selatan?

Yang jelas, dengan pembentukan komite gabungan tingkat menteri, Bangladesh dan Turki telah mengirim pesan bahwa hubungan kedua negara tidak lagi sekadar diplomasi biasa, melainkan kemitraan strategis yang ingin dibangun untuk jangka panjang.

sumber : Xinhua

Baca Artikel Selengkapnya