Astra International raih pendapatan Rp323,4 triliun di 2025

1 bulan yang lalu 23

Jakarta (ANTARA) - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan pendapatan bersih senilai Rp323,4 triliun pada 2025, atau menurun tipis 2 persen year-on-year (yoy) dibandingkan pendapatan bersih senilai Rp328,5 triliun pada 2024.

Seiring pendapatan itu, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp32,8 triliun pada 2025, atau menurun tipis 3 persen (yoy) dibandingkan laba bersih senilai Rp33,9 triliun pada 2024.

“Pada 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya,” ujar Presiden Direktur ASII Djony Bunarto Tjondro sebagaimana keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ke depan, meskipun kondisi operasional pada beberapa bisnis masih tetap menantang, Djony memperkirakan sentimen konsumen secara keseluruhan akan membaik.

“Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” ujar Djony.

Perseroan akan mengusulkan dividen final sebesar Rp292 per saham untuk tahun buku 2025, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2026.

Dividen final yang akan diusulkan itu, apabila ditambah dengan dividen interim sebesar Rp98 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2025, akan menjadikan total dividen yang diusulkan sebesar Rp390 per saham untuk tahun 2025, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 48 persen.

Pada Januari 2026, perseroan telah menyelesaikan program buyback saham senilai Rp2 triliun. Selanjutnya, perseroan melakukan program buyback saham tahap kedua, yang telah diselesaikan pada 25 Februari 2026, dengan nilai keseluruhan Rp685 miliar.

“Pada program tersebut, saham telah dibeli kembali sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan,” ujar Djony.

Lebih lanjut, pada 2025, laba bersih per saham perseroan tercatat sebesar Rp810, atau menurun tipis dibandingkan laba bersih per saham senilai Rp837 pada 2024.

Dari sisi neraca, ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai Rp228,9 triliun pada 2025, atau menurun tipis dibandingkan ekuitas senilai Rp213,7 triliun pada 2024.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya