Asap Karhutla yang Sampai ke Malaysia dan Singapura Kian Teruk

1 jam yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Indonesia masih menghantui warga yang tinggal di Singapura dan Malaysia. Kabut asap masih begitu terasa ke keseharian negara-negara tetangga.

Arief salah satunya. Menurut dia, kabut asap belum membaik dari sebelumnya. Justru semakin terasa. Jarak pandang semakin pendek. Napas pun terasa sesak hingga berpengaruh ke aktivitasnya.

“Dada sakit, sesek. Dari yang biasanya lari 5 km, jadi males lari. Cuma 3 km aja udahan sekarang,” ucap pria asal Indonesia berusia 32 tahun itu kepada Republika, Jumat, 9 Oktober 2026.

Hal senada juga dirasakan Latib, warga negara Malaysia. Dia bilang, hari ini kabut asap di Malaysia begitu parah. Ia memberikan rekaman video saat melintasi jalan tol menuju Pahang. Kondisinya amat berkabut. “Hari ini lagi teruk,” kata dia.

Dina, warga negara Malaysia lainnya, juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut dia, kondisi kabut asap di Malaysia semakin “worse” alias memburuk. Dampaknya hingga membuat sekolah-sekolah ditutup.

“Makin worse. Sekolah dekat Negeri Sembilan, Selangor, dan Johor sudah tutup,” ungkap Dina kepada Republika.

Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim memang menyarankan sekolah-sekolah di daerah terdampak kabut asap agar ditutup sementara. Itu dilakukan demi keselamatan dan kesehatan para siswa.

Saran itu disampaikan Sultan Ibrahim menyusul Indeks Polusi Udara (IPU) yang secara konsisten tercatat pada kisaran 150–180 di sejumlah wilayah negara itu.

Baca Artikel Selengkapnya