Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Timor Leste menutup aktivitas di sekolah-sekolah selama tiga hari terhitung mulai Kamis (15/10), di tengah memburuknya kualitas udara imbas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Kementerian Pendidikan dan Kementerian Administrasi Negara Timor Leste menyatakan penutupan sekolah demi melindungi kesehatan siswa dan guru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penutupan sekolah secara nasional adalah langkah preventif untuk melindungi kesehatan siswa, guru, dan anggota komunitas pendidikan lainnya, mengingat kondisi kualitas udara saat ini," demikian pernyataan kementerian tersebut pada Rabu (14/10), seperti dikutip AFP.
Selain itu pemerintah Timor Leste juga mendesak keluarga-keluarga untuk menjaga anak-anak mereka tetap berada di dalam rumah, dan menggunakan "perlindungan pernapasan" jika pergi ke luar.
Kabut asap lintas batas yang disebabkan karhutla di Indonesia telah menyebar ke negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, hingga Filipina.
Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura mencatat per Rabu (14/10) kemarin, polusi udara di bagian barat negara tersebut mencapai level "sangat tinggi".
Pemerintah Singapura telah mulai mendistribusikan masker N95 ke warga yang memenuhi syarat ketika polusi mencapai tingkat yang sangat tidak sehat.
Malaysia juga mencatat kualitas udara tidak sehat selama berminggu-minggu terakhir. Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah RI untuk menjajaki kerja sama penanganan asap.
"Bentuk kerja sama akan bergantung pada hasil diskusi, namun pihak berwenang kedua negara telah memulai pembicaraan tentang bagaimana kita dapat bekerja sama mengatasi kabut asap yang tampaknya semakin parah," kata Hasan kepada Bernama.
(dna)

52 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·