REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Amerika Serikat (AS) meningkatkan peringatan keamanan bagi warganya di tengah memburuknya situasi Timur Tengah. Washington meminta warga Amerika yang berada di luar kawasan untuk mempertimbangkan dengan serius perjalanan menuju atau melintasi Timur Tengah karena konflik dinilai dapat meningkat tanpa terduga.
Peringatan itu muncul setelah kelompok Houthi Yaman meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, termasuk mengklaim serangan rudal dan pesawat nirawak ke Riyadh. Ketegangan tersebut berkembang ketika perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah meluas ke sejumlah titik baru di kawasan.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan lingkungan keamanan Timur Tengah tetap kompleks dengan kemungkinan eskalasi yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Warga Amerika yang telah berada di kawasan diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, maupun gangguan perjalanan.
“Warga Amerika di luar Timur Tengah harus secara serius mempertimbangkan kembali perjalanan ke dan melalui kawasan tersebut,” demikian peringatan Departemen Luar Negeri AS yang dikutip The Independent.
Peringatan keamanan baru juga telah dikeluarkan oleh 11 kedutaan besar AS di kawasan. Negara-negara yang tersentuh peringatan tersebut termasuk destinasi penerbangan internasional penting seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Yordania.
Riyadh Jadi Alarm Baru
Perubahan tingkat kewaspadaan terjadi setelah ketegangan Saudi-Houthi mencapai ibu kota kerajaan.
Reuters melaporkan Houthi mengatakan telah menyerang sejumlah lokasi “sensitif” di Riyadh dengan rudal dan pesawat nirawak pada Sabtu (19/9/2026). Klaim tersebut muncul beberapa jam setelah kobaran api dan kepulan asap hitam besar terlihat di kawasan dekat Bandara Internasional King Khalid.
Namun, hubungan langsung antara kobaran tersebut dan serangan Houthi belum dipastikan secara independen. Houthi tidak menjelaskan sasaran spesifiknya di Riyadh, sementara pemerintah Saudi tidak segera memberikan penjelasan mengenai penyebab kebakaran atau kerusakan di sekitar bandara.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengatakan pertahanan udaranya menghancurkan rudal yang ditembakkan Houthi menuju Riyadh. Koalisi juga mengklaim menggagalkan serangan lain terhadap Bish, Farasan, Taif, dan Yanbu.
Serangan tersebut menjadi perkembangan penting karena, menurut Reuters, merupakan klaim serangan Houthi pertama terhadap Riyadh sejak babak eskalasi terbaru dimulai pada Juli. Sebelumnya, Houthi berulang kali menyerang kota-kota Saudi, infrastruktur energi, serta kapal-kapal di Laut Merah.
Bandara dan Ruang Udara Ikut Terancam
Bagi Washington, ancamannya tidak hanya menyangkut lokasi serangan. Konflik yang bergerak mendekati pusat kota, bandara, infrastruktur energi, dan jalur pelayaran utama membawa dampak langsung terhadap perjalanan internasional.
The Independent melaporkan warga AS di kawasan diminta mempersiapkan diri terhadap kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, serta gangguan perjalanan lainnya. Mereka yang tetap melakukan perjalanan juga diminta terus memantau informasi dari bandara dan maskapai.
Saudi Arabia sendiri saat ini berada pada Level 3—Reconsider Travel dalam sistem peringatan Departemen Luar Negeri AS. Pemerintah AS menyebut konflik bersenjata, risiko serangan drone dan rudal terhadap kepentingan Amerika, terorisme, serta sejumlah risiko lain sebagai alasan peningkatan kewaspadaan.
The Independent mencatat Iran, Irak, Lebanon, Suriah, dan Yaman berada pada kategori merah “jangan bepergian”. Sementara Bahrain, Israel, Tepi Barat dan Gaza, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab berada dalam kategori yang meminta pelancong mempertimbangkan kembali perjalanan.
Dengan demikian, peringatan Washington bukan berarti seluruh Timur Tengah ditutup bagi perjalanan warga AS. Tingkat peringatan berbeda untuk setiap negara, tetapi pemerintah AS secara regional meminta warga yang belum berada di kawasan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka.

58 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·