Kapal-kapal Armada Sumud Global melanjutkan kembali perjalanan menuju Gaza dari perairan antara Yunani-Turki, Ahad (17/5/2026).
Laporan Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Laut Mediterania
REPUBLIKA.CO.ID, ANTALYA -- Dua hari tertahan akibat angin kencang dan ombak tinggi, seluruh kapal kemanusiam Global Sumud Flotilla (GSF) melanjutkan pelayaran menembus blokade Gaza, Palestina. Sebanyak 54 armada berkumpul dan angkat jangkar serempak di Teluk Andrasa, Antalya, Turki pada Ahad (17/5/2026).
Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai masih membersamai Kapal Boralize juga Kapal Ozgurluk dalam misi kemanusian ini. Kapal-kapal kemanusian itu angkat jangkar serempak setelah sejak subuh tadi merampungkan kontrol teknis melanjutkan pelayaran. Kapal-kapal yang sejak Jumat (14/5/2026) malam lepas jangkar di beberapa teluk menghindari badai memang mengalami perbaikan.
Kapal the Family, yang merupakan kapal tim Doctor to Gaza juga sudah kembali bergabung. Di kapal itu, ada kurang lebih 30-an dokter dan tim medis dari banyak negara yang mendedikasikan diri untuk kemanusian di Gaza. Seluruh kapal-kapal melanjutkan pelayaran sekitar Pukul 09.05 waktu Turki.
Dari pantauan Republika di Teluk Andrasa, Antalya, kondisi cuaca tampak cerah. Langit biru terang dengan angin bertiup sepoi-sepoi. Ombak di lautan tai sedemikian tinggi.
Kapal-kapal Armada Sumud Global melanjutkan kembali perjalanan menuju Gaza dari perairan antara Yunani-Turki, Ahad (17/5/2026).
Sebelumnya, Armada Global Sumud Flotilla dilaporkan akan kembali berkumpul sebelum melanjutkan pelayaran menuju Jalur Gaza pada Ahad pagi waktu setempat. Keberangkatan armada kemanusiaan itu disebut menyesuaikan dengan prakiraan cuaca.
Dalam pernyataan resminya kepada keluarga dan kerabat peserta flotilla, tim komunikasi Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal diperkirakan segera berkumpul kembali setelah sebelumnya sempat terpisah.
“Dalam beberapa jam ke depan seluruh armada diperkirakan akan kembali bersatu dan bersiap berlayar menuju Gaza pada pagi hari sesuai prakiraan cuaca,” demikian pernyataan tim komunikasi keluarga dan kerabat Global Sumud Flotilla.
Panitia juga menyatakan akan memberikan pembaruan lanjutan setelah armada resmi bertolak menuju Gaza. Misi Global Sumud Flotilla merupakan bagian dari upaya solidaritas internasional untuk menembus blokade dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·