Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah

48 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan pertahanan sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya di empat wilayah bagian barat negara tersebut, termasuk Makkah, yang menjadi lokasi kota suci umat Islam, pada Jumat (23/10). Peringatan itu dicabut beberapa menit kemudian tanpa penjelasan mengenai penyebabnya.

Mengutip AFP, Sabtu (24/10), peringatan tersebut juga mencakup Jeddah, kota besar di pesisir Laut Merah, Taif yang berada di dekat Makkah, serta Yanbu, kawasan pesisir yang menjadi pusat industri minyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam peringatannya, badan pertahanan sipil meminta warga untuk segera menuju tempat aman terdekat.

"Segera menuju tempat aman terdekat," demikian instruksi badan tersebut kepada masyarakat.

Badan itu juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai larangan hukum untuk membagikan gambar atau informasi terkait upaya penanggulangan rudal dan drone.

Peringatan tersebut dikeluarkan tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai potensi ancaman yang mendasarinya. Tidak ada keterangan dalam laporan AFP mengenai objek atau insiden tertentu yang memicu peringatan tersebut.

Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. Serangan itu berlangsung di tengah kembali berkobarnya perang saudara di negara tersebut.

Kelompok Houthi berperang melawan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional. Dalam sejumlah serangannya, kelompok tersebut menargetkan infrastruktur minyak serta bandara di Arab Saudi.

Serangan terhadap bandara Riyadh pada awal bulan ini menewaskan 13 orang dan melukai puluhan lainnya.

Arab Saudi memimpin koalisi militer yang pertama kali turun tangan dalam konflik Yaman pada 2015. Perang tersebut telah menghancurkan berbagai wilayah di Yaman dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Konflik itu sempat mereda setelah gencatan senjata pada 2022. Namun, perang kembali berkobar pada Juli ketika konflik yang lebih luas di Timur Tengah turut mengguncang kawasan tersebut.

(lau/asr)

Baca Artikel Selengkapnya