Militan Houthi di sebuah pos militer usai menguasai kota pelabuhan Mokha, Yaman yang berdekatan dengan Selat Bab al-Mandeb. Foto dirilis ke media pada 13 September 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- China dilaporkan meminta Iran untuk membantu mengendalikan militan Yaman, Houthi setelah Beijing menerima permohonan dari Arab Saudi menyusul eskalasi perang sepekan terakhir ini. Demikian keterangan tiga sumber pejabar Iran dikutip Reuters, Kamis (17/9/2026).
Riyadh meminta tolong ke China setelah militan Houthi secara cepat menguasai semenanjung pantai Laut Merah dan kawasan Selat Bab al-Mandeb, yang mengakibatkan ekspor minyak Saudi semakin terancam. Secara publik, China telah meminta semua pihak menahan diri, mengedepankan dialog dan mengembalikan keamanan navigasi, namun menurut sumber Reuters, diplomasi di balik layar melebihi dari pernyataan resmi tersebut.
Beijing dilaporkan meminta Iran untuk menggunakan pengaruhnya terhadap Houthi dan membantu mencegah konflik meluas ke rute energi di mana China bergantung. Sumber-sumber itu tidak mengungkap detail bagaimana pesan dikirim Beijing kepada Teheran dan apakah pesan itu disampaikan saat kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Rabu.
Respons Teheran, stabilitas dan perdamaian kawasan tergantung kepada akhir dari perang AS-Isreal terhadap Iran. Pejabat China, masih menurut sumber tadi, tidak mengeluarkan ancaman atau mengindikasikan Beijing akan menekan Teheran secara ekonomi jika gagal menggunakan pengaruhnya kepada Houthi.
Merespons permintaan klarifikasi dari Reuters, Kementeri Luar Negeri (Kemenlu) China mengatakan, "China tidak berharap melihat ketegangan kawasan meluas ke Yaman dan Laut Merah. Instabilitas eskalasi kawasan tidak menjadi kepentingan pihak manapun".
"Kedaulatan dan keamanan semua negara harus dihormati, dan fasilitas vital terkait kebutuhan hidup rakyat tidak boleh menjadi target. China menyerukan sebuah akhir dari aksi yang semakin membuat situasi menjadi kompleks dan mendorong penyelesaian masalah melalui dialog dan negosiasi," demikian pernyataan Kemenlu China.

1 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·