Api Kebakaran Lahan Menyambar Pangkalan Militer Kanada, 4 Tewas

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Empat anggota militer Kanada tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka setelah kebakaran melanda area pelatihan berumput dan menyebar cepat akibat angin kencang di pangkalan militer di Provinsi Alberta.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyebut peristiwa ini sebagai salah satu tragedi terburuk bagi angkatan bersenjata di wilayah Kanada pada masa damai.

Dilansir BBC, kebakaran terjadi pada Sabtu (17/10) sekitar pukul 16.00 waktu setempat di Pangkalan Bersenjata Kanada Wainwright. Pangkalan tersebut merupakan markas militer tersibuk di negara tersebut. Api kebakaran itu sendiri telah berhasil dikendalikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bangsa ini sedang berduka atas kehilangan anggota-anggota pemberani dari angkatan bersenjata kita," ujar Carney.

Mayor Jenderal Wade Rutland mengatakan sejumlah anggota infanteri sedang melaksanakan "pelatihan tempur intensitas tinggi dengan amunisi tajam" di area latihan granat dan area serangan. Di lokasi itu sekitar 10 tentara sedang berlatih menyerang musuh.

"Terdapat berbagai jenis persenjataan yang digunakan di area pelatihan Wainwright termasuk peluncur granat, granat, senjata ringan, dan amunisi," kata Rutland.

Kebakaran lahan rumput bermula sekitar 1 kilometer dari lokasi, lalu merambat menuju area serangan tersebut.

"Yang bisa saya sampaikan adalah terdapat berbagai kegiatan pelatihan yang sedang berlangsung di seluruh area tersebut pada saat itu. Angin yang sangat kencang menyebabkan api menyebar dengan cepat dan bergeser arah menuju area administrasi tempat pelatihan," ujarnya.

Walikota Wainwright, Bruce Pugh, mengaku sempat mendengar suara tembakan meriam dari pangkalan tersebut sebelum akhirnya berhenti tiba-tiba. Namun menurutnya suara tembakan meriam di lokasi tersebut bukanlah hal yang aneh.

BBC mengonfirmasi korban tewas dalam insiden itu di antaranya Sersan Morgan Wong, Prajurit Shaun Farrell, Prajurit Aidan Goulding, dan Prajurit Hayden Lykkemark.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu dari 39 orang yang terluka dan kini dirawat di rumah sakit, setidaknya 19 orang berada dalam kondisi kritis. Para korban luka yang berada di area latihan tempur merupakan tentara cadangan dan prajurit dari resimen Princess Patricia's Canadian Light Infantry.

Angkatan Bersenjata Kanada menyatakan meski insiden ini masih dalam tahap penyelidikan, namun tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa kejadian tersebut merupakan akibat dari aktivitas teroris.

(dna)

Baca Artikel Selengkapnya