Alasan Saudi, Pakistan, Turki Buat Pakta Pertahanan Mirip NATO

5 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi, Pakistan, dan Turki membentuk pakta pertahanan bersama yang menyerupai NATO di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman keamanan di kawasan Timur Tengah.

Mengutip CNN, pakta tersebut menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesepakatan ini menjadi upaya Saudi menghadapi ancaman dari berbagai front dan meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Dalam pernyataan bersama, ketiga negara mengatakan pakta tersebut bertujuan "memperkuat pencegahan kolektif terhadap setiap tindakan agresi" serta meningkatkan kerja sama pertahanan dalam berbagai aspek.

Perjanjian itu ditandatangani pada Jumat (7/8) di Makkah, setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bertemu.

Bagi Arab Saudi, pakta ini memberikan lapisan perlindungan baru di luar kemitraannya dengan AS.

Konflik AS dengan Iran saat ini dianggap telah membahayakan Saudi. Kondisi tersebut juga membuat Riyadh meragukan keandalan Washington dalam melindungi sekutu-sekutunya di kawasan Teluk.

Karena itu, Saudi mengambil langkah untuk memperkuat daya jeranya dengan menghadirkan front militer yang dipimpin negara-negara muslim Sunni.

Langkah tersebut menjadi semakin penting karena Saudi menghadapi ancaman di berbagai front, mulai dari kelompok milisi Yaman hingga milisi Irak.

Di sisi lain, Iran baru-baru ini mengancam akan menargetkan fasilitas energi di negara-negara Arab apabila AS menyerang fasilitas yang sama di Iran.

Ancaman tersebut dinilai serius oleh sejumlah pejabat Teluk. Mereka menilai ancaman Iran kali ini lebih serius dibandingkan sebelumnya dan mencemaskan kemungkinan Teheran benar-benar menyerang negara-negara Teluk.

Pakistan dan Turki juga memiliki alasan kuat untuk mencegah konflik Timur Tengah semakin memburuk. Kedua negara tersebut masing-masing berbatasan dengan Iran. Pakistan juga memiliki populasi Syiah yang cukup besar.

Sementara itu, Turki memiliki kekhawatiran yang sama dengan Iran terkait persoalan separatisme Kurdi. Kondisi tersebut membuat Pakistan dan Turki memiliki kepentingan untuk mencegah konflik di kawasan semakin meluas.

Pakta pertahanan dengan Saudi kemudian menjadi bentuk kerja sama yang dapat memperkuat posisi ketiga negara dalam menghadapi potensi ancaman.

(lyd/end)

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya