Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Arab Saudi tegas menolak bantuan militer Israel untuk ikut memerangi Houthi Yaman.
Penolakan disampaikan langsung pemimpin de facto sekaligus Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya, surat kabar Israel, Haaretz, pada Senin (12/10), melaporkan bahwa MbS tidak tertarik menerima bantuan militer Israel karena khawatir kerja sama dengan negara itu akan memicu reaksi negatif dari masyarakat Saudi.
Bakal jadi jalan normalisasi
Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel meski dalam hampir satu dekade terakhir, Tel Aviv berupaya menjalin normalisasi hubungan dengan sejumlah negara Arab terutama Arab Saudi.
Karena itu, upaya Israel memberi bantuan kepada Arab Saudi bakal menjadi pintu pembuka untuk kerja sama militer dua negara yang lebih erat hingga berpotensi membuka jalan bagi kesepakatan normalisasi hubungan di masa mendatang. Sementara Arab Saudi hanya punya satu pintu, yaitu pengakuan kemerdekaan Palestina.
Dikutip Anadolu Agency, laporan tawaran bantuan militer Israel ke Saudi ini muncul di tengah serangan Houthi terhadap Arab Saudi yang terus meningkat, termasuk serangan berulang terhadap bandara yang telah menimbulkan korban jiwa dan mengganggu penerbangan. Posisi ini memang membuat Arab Saudi kewalahan.
Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.
Serangan lain terhadap bandara yang sama pada Minggu menewaskan seorang warga Pakistan yang tinggal di Arab Saudi dan melukai 11 orang lainnya, menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi.
Seorang pengacara Israel Avi Kamionski, membuat opini di Times of Israel tentang kemungkinan membuka hubungan kedua negara dalam situasi sekarang.
"Waktunya sangat buruk bagi Riyadh. Iran mempersempit Selat Hormuz, sehingga Kerajaan Arab Saudi telah mengirimkan lebih banyak minyaknya melalui Laut Merah. Ekspor minyak mentah Saudi melalui Bab al-Mandeb tahun ini telah berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Jika Houthi dapat mengancam jalur tersebut, mereka dapat mengancam perekonomian Saudi," tulis Avi.
Israel harus menyadari hal itu sebagai daya tawar dan menggunakannya.
Oleh karena itu, kata Avi, Israel harus mengajukan tawaran konkret: "berbagi informasi intelijen tentang aset Houthi dan Iran di Yaman, kerja sama dalam pertahanan udara dan rudal, koordinasi keamanan Laut Merah, dan serangan Israel di tempat yang diinginkan Riyadh," kata Avi.
(imf/bac)

48 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·