REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Panitia Global Sumud Flotilla menyatakan para peserta aksi yang “diculik” oleh pasukan Israel mulai tiba di Pelabuhan Isdud atau Ashdod di wilayah Palestina yang diduduki Israel, Rabu (20/5/2026). Informasi itu disampaikan dalam pembaruan terbaru kepada keluarga dan kerabat para relawan yang ditahan.
“Konfirmasi telah kami terima bahwa para peserta yang diculik telah tiba di Pelabuhan Isdud (Ashdod) di Palestina yang diduduki,” demikian pernyataan tim komunikasi keluarga dan sahabat Global Sumud Flotilla.
Panitia menyebut, tim mereka masih berupaya memverifikasi rincian lebih lanjut terkait kondisi para relawan, keselamatan mereka, serta akses terhadap bantuan hukum dan layanan konsuler.
Menurut mereka, proses kedatangan dan verifikasi membutuhkan waktu karena banyaknya orang yang ditangkap oleh pasukan penjajahan Israel. Lebih dari 400 orang telah diculik tentara IDF dari laut internasional.
Panitia juga mendesak keluarga dan kerabat peserta untuk terus menghubungi kedutaan besar serta kantor konsuler masing-masing negara guna menekan otoritas terkait agar memberikan konfirmasi keberadaan para relawan, perlindungan, akses hukum, dan bantuan segera.
“Kami akan membagikan informasi yang telah terkonfirmasi begitu tersedia,” tulis pernyataan tersebut.
Sebelumnya, puluhan kapal dalam rombongan Global Sumud Flotilla dicegat pasukan Israel di perairan Mediterania saat berupaya menembus blokade menuju Gaza. Sejumlah aktivis internasional dari berbagai negara dilaporkan ikut ditahan dalam operasi tersebut.
Panitia Global Sumud Flotilla juga menyatakan kemungkinan para peserta Armada Global Sumud yang diculik Israel akan dibawa ke Penjara Ketziot. Otoritas konsuler dilaporkan mulai menyiapkan pendampingan bagi para aktivis internasional dan jurnalis yang ditahan Israel, termasuk dari Indonesia.
Dalam keterangan resmi yang dirilis panitia, informasi terbaru dari pihak konsulat menyebutkan pemerintah Israel akan mulai mengatur kunjungan bantuan konsuler setelah para relawan tiba di Pelabuhan Ashdod dan dipindahkan ke Penjara Ketziot.
Pelabuhan Ashdod disebut menjadi lokasi awal pemrosesan para aktivis sebelum mereka dibawa ke Ketziot Prison, fasilitas penahanan yang selama ini dikenal sebagai tempat penahanan warga Palestina dan tahanan keamanan.
“Informasi terbaru yang diterima konsul langsung dari otoritas Israel adalah bahwa besok, setelah mereka tiba di Ashdod, diproses, dan dipindahkan ke Ketziot, kunjungan bantuan konsuler akan mulai diatur,” demikian pernyataan panitia Global Sumud Flotilla, Rabu dini hari WIB atau Selasa malam waktu Palestina.
Menurut panitia Global Sumud inilah yang terjadi pada dua misi besar tahun lalu. Ini juga merupakan skenario yang telah dipersiapkan oleh para peserta, pengacara, dan tim pendukung.
“Para peserta akan mendarat dalam beberapa jam mendatang di pelabuhan Ashdod dan pengacara kami akan berada di sana untuk mengonfirmasi kedatangan mereka.”
“Sebagian peserta disebut akan diproses melalui sistem berarti transfer akan memakan waktu beberapa jam.”
Penjara Ketziot yang berada di Gurun Negev selama ini kerap menjadi sorotan organisasi hak asasi manusia internasional. Fasilitas itu beberapa kali dituduh menjadi lokasi penahanan dengan dugaan kekerasan terhadap tahanan Palestina maupun tahanan administratif.

1 jam yang lalu
6








English (US) ·
Indonesian (ID) ·