Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis sistem Bank Indonesia (BI) akan tetap solid di bawah kepemimpinan gubernur baru.
Menurut Airlangga, sistem bank sentral sudah cukup matang untuk menjalankan tugas dan fungsi instansi, sehingga masa transisi jabatan Gubernur BI diyakini tidak akan mengganggu stabilitas perekonomian nasional.
“Kami percaya karena di BI kan sudah ada sistem. Jadi, siapa pun yang duduk di sana, selama menjalankan sistem dan juga kerja sama, baik fiskal-moneter, itu akan baik untuk pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi dan menciptakan lapangan kerja,” kata Airlangga kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Rabu.
Sementara itu, terkait pengganti Gubernur BI, Airlangga menyerahkan wewenangnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Ya, kita serahkan ke Bapak Presiden,” ujarnya.
Sebelumnya, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kebijakan sistem keuangan ke depan akan tetap solid dengan fokus pro pertumbuhan (pro-growth) serta pro stabilitas (pro-stability) di tengah pergantian Gubernur BI.
Baca juga: Airlangga sebut ekonomi kuartal II-2026 masih tumbuh di atas 5 persen
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua KSSK menyatakan koordinasi KSSK akan tetap menunjukkan ke pelaku pasar bahwa kebijakan sistem keuangan tetap ramah bagi investor.
“Kami tunjukkan ke pasar bahwa kebijakan kita tetap solid, pro-growth, pro stabilitas, dan market-friendly,” ujar Purbaya.
Dia menambahkan, Penjabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti memiliki kapasitas kemampuan dan pengetahuan yang memadai untuk memimpin bank sentral selama proses transisi.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Penjabat Sementara Gubernur BI sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir melalui UU Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
Sementara Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum menetapkan sosok yang akan menggantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.
Baca juga: Airlangga sebut RI masih lobi AS agar tarif sawit dikecualikan
Baca juga: Airlangga ungkap lokasi PFII bakal disiapkan di Jakarta dan Bali
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·