Airlangga sebut program rekening gratis belum dimulai tahun ini

59 menit yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program rekening gratis bagi masyarakat belum akan dimulai tahun ini.

Sepanjang tahun 2026 ini akan digunakan pemerintah untuk menyusun skema program, termasuk memastikan rekening yang dibuka dapat tetap aktif dan tidak menjadi rekening dorman.

“Tahun ini masih kita bahas,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu.

Ia menerangkan sasaran program tersebut mencakup masyarakat berusia 17 tahun ke atas. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 triliun untuk saldo Rp50.000 bagi warga berusia di atas 17 tahun.

Baca juga: BSI siapkan tabungan bebas biaya admin untuk jalankan arahan Presiden

“Ini kita mau melihat dengan Menteri Keuangan, program lanjutan seperti apa. Karena kita tahu bahwa ada bansos itu kan diberikan kepada mereka yang sudah menikah. Jadi kalau yang usia 17 (tahun) sampai yang belum menikah kan, kita sedang melihat program apa yang bisa diberikan kepada mereka supaya rekeningnya tidak dorman,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah tengah mempersiapkan mekanisme penyediaan atau pembuatan rekening massal bagi seluruh masyarakat di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Hal ini menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank guna memperkuat inklusi keuangan dan tingkat literasi keuangan di dalam negeri.

Baca juga: Legislator DPR: Rekening massal perlu jamin keamanan privasi data

Pendekatan yang kini dipertimbangkan adalah sinkronisasi dengan data kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Untuk memperluas jangkauan kepemilikan rekening bank, dukcapil akan dipadu-padankan dengan sistem Bank Indonesia, terutama untuk sistem pembayaran dan gateway system-nya termasuk QRIS.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya