Airlangga laporkan PMI manufaktur naik ke level 54 ke Prabowo

1 jam yang lalu 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kondisi perekonomian nasional kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas, salah satunya Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang pada Oktober 2026 mencapai level 54, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 52,4.

"Ini menandakan penguatan ekspansi sektor manufaktur dan level ekspansinya ini terkuat sejak Maret yang lalu, Maret 2024. Jadi ini level ekspansi yang tinggi," kata Airlangga seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Selain sektor manufaktur, Airlangga melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 mencatatkan surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS. Surplus tersebut ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas sebesar 5,67 miliar dolar AS, meskipun sektor migas mengalami defisit 2,31 miliar dolar AS.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-September 2026 mencatatkan surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS. Capaian tersebut berasal dari surplus nonmigas sebesar 34,21 miliar dolar AS, yang mengimbangi defisit migas sebesar 23,6 miliar dolar AS.

Baca juga: Mendag optimis target pertumbuhan ekspor 5,5-6,5 persen bisa tercapai

Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor Indonesia pada Januari-September 2026 tercatat sebesar 221,23 miliar dolar AS atau tumbuh 5,58 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, impor meningkat 19,67 persen menjadi 210,63 miliar dolar AS. Kenaikan impor terutama didorong oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang penolong serta barang modal (capital goods).

"Jadi tahun ini Januari-September 221,23 miliar. Kemudian dari segi nonmigas ekspornya 212,27. Sedangkan impor juga mengalami kenaikan 19,67 persen,” ujarnya.

Airlangga juga menyampaikan perkembangan inflasi nasional. Pada Oktober 2026, inflasi secara tahunan tercatat sebesar 3,23 persen, sedangkan secara bulanan sebesar 0,22 persen. Adapun inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 2,4 persen.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya