Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK) bersama DPLK Syariah Muamalat yang didukung oleh DPLK BNI dan DPLK Pertalife Insurance mengadakan literasi dan inklusi dana pensiun syariah di sektor informal.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan sosialisasi kepada para pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI), pengurus masjid se-Jabodetabek, dan pelaku sektor informal lainnya. Kegiatan ini sebagai bagian dari Seminar Nasional Dana Pensiun Syariah 2026.
Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa, Ketua Umum ADPLK Tondy Suradiredja mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan terobosan baru bagi industri dana pensiun di Indonesia.
Tidak hanya menggandeng sektor formal, Tondy mengatakan ADPLK yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendorong literasi dan inklusi dana pensiun syariah ke sektor informal.
Langkah tersebut diawali penandatanganan nota kesepahaman dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah untuk Penggiat Masjid pada awal 2026.
“Dengan adanya nota kesepahaman antara ADPLK dan DMI dalam penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah untuk Penggiat Masjid, saya mengimbau para penggiat masjid untuk mempersiapkan masa pensiun yang berkah dengan dana pensiun yang dikelola secara syariah ini,” kata Sekretaris Jenderal DMI Rahmat Hidayat.
Seminar juga menyasar perluasan literasi dan inklusi keuangan syariah ke sektor informal melalui pemberdayaan ekosistem masjid dengan peluncuran Program Sertifikasi Pengelolaan Keuangan Masjid dan Penggiatnya.
Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono mengatakan keuangan syariah hadir untuk satu tujuan, yaitu kemaslahatan, yang tercermin dari adanya maqashid syariah.
Menurut dia, Bank Muamalat lahir dari gerakan umat, bukan hanya hadir saat nasabah bertransaksi, tetapi relevan ketika mereka bertumbuh, bekerja, berkeluarga, menyiapkan hari tua, dan meninggalkan legacy.
“Bank Muamalat mengubah customer relationship menjadi life relationship. Ini dibuktikan oleh Bank Muamalat dengan mendirikan DPLK Syariah Muamalat dan anak usaha yang lain, yaitu Baitulmal Muamalat sebagai lembaga amil zakat nasional dan Muamalat Institute sebagai pusat pendidikan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Imam.
Dalam sesi talkshow pada seminar nasional tersebut, Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan turut memaparkan struktur teknis produk, kemudahan iuran, serta simulasi proyeksi manfaat.
Dengan panduan step-by-step ini, para pengurus masjid dan sektor informal dibekali kemampuan untuk langsung mendaftarkan anggotanya secara mandiri.
Aznovri mengatakan, langkah strategis ini dilakukan bertepatan dengan pencanangan Bulan Dana Pensiun Indonesia (BDPI) dan milad DPLK Syariah Muamalat yang ke-29.
“Sebagai DPLK Syariah pertama di Indonesia yang telah berusia 29 tahun, kami berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan yang meningkatkan literasi dan inklusi dana pensiun syariah di Indonesia. Insya Allah kegiatan ini sangat bermanfaat, yang pada akhirnya akan membantu masyarakat Indonesia mempersiapkan masa pensiun yang mapan, tenang, dan penuh berkah,” kata Aznovri.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·