Sejumlah tokoh keturunan Indonesia pernah menduduki jabatan penting dalam pemerintahan negara lain seperti Kanada.
Mereka memiliki garis keturunan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera Barat, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta.
Beberapa di antaranya bahkan berhasil menjadi kepala pemerintahan, wakil perdana menteri, hingga menteri di negara tempat mereka berkarier.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut tujuh tokoh keturunan Indonesia yang sedang dan pernah menduduki jabatan penting di luar negeri:
1. Alvin Tedjo
Alvin Tedjo menjabat sebagai sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada, untuk periode 2026-2030.
Ia merupakan tokoh keturunan Tionghoa asal Padang, Sumatera Barat.
2. Ahmad Zahid Hamidi
Ahmad Zahid Hamidi merupakan Wakil Perdana Menteri Malaysia pada 2022.
Ahmad memiliki darah keturunan Jawa dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Ponorogo, Jawa Timur.
Dilansir Free Malaysia Today, ayah Ahmad yang bernama Raden merupakan putra imigran asal Kulon Progo. Sementara itu, ibunya, Tuminah, merupakan keturunan masyarakat Ponorogo, Jawa Timur.
3. Justin Trudeau
Justin Trudeau menjabat sebagai Perdana Menteri Kanada sejak 2015-2025.
Ia memiliki garis keturunan Indonesia yang berasal dari silsilah keluarga ibunya, Margaret Sinclair.
Nenek buyut dari pihak ibunya, Cornelia Louisa Indvelt, lahir di Padang, Sumatera Barat pada 1808. Cornelia merupakan putri dari seorang pria berkebangsaan Belanda yang menetap di Padang dan menikah dengan seorang wanita asli suku Nias.
4. Richard Rakotonirina
Richard menjabat sebagai Menteri Pertahanan Madagaskar pada 2019-2023.
Ia merupakan keturunan generasi ke-12 perantau dari Indonesia di Madagaskar.
Pada 2013, Richard pernah menjelaskan bahwa kedatangan leluhur masyarakat Nusantara ke Madagaskar berlangsung melalui beberapa gelombang migrasi laut sejak abad ke-7.
"Jadi migran pertama itu orang Nusantara. Dalam sejarah itu kita nenek moyang kita dari Nusantara. Imigran di Madagaskar lain dari Suriname atau Afrika Selatan karena mereka dibuang. Jadi orang Indonesia di Madagaskar itu berjuang untuk kehidupan. Orang Indonesia itu berani sekali lah," kata Richard saat ditemui di acara Kongres Diaspora Indonesia II, Jakarta Convention Center.
Ia juga menjelaskan bahwa kedatangan orang Nusantara ke Madagaskar berbeda dengan migrasi masyarakat ke Suriname atau Afrika Selatan yang banyak terjadi akibat pembuangan pada masa kolonial.
Menariknya, Richard juga pernah menempuh pendidikan militer di Indonesia.
Ia mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung pada 2001, Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) pada 2005, serta pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2011 di Jakarta.
7 Keturunan Indonesia Jadi Pejabat di Luar Negeri

Berikut tujuh tokoh keturunan Indonesia yang sedang dan pernah menduduki jabatan penting di luar negeri. (Arsip www.alvintedjo.ca)
5. Soewarto Moestadja
Soewarto Moestadja menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Suriname pada 2010.
Ia merupakan keturunan Indonesia, tepatnya Kebumen, Jawa Tengah.
Kakek Soewarto berasal dari Kebumen. Leluhurnya dibawa oleh pemerintah kolonial Belanda ke Suriname pada masa penjajahan.
6. Raymond Sapoen
Raymond Sapoen merupakan mantan pejabat pemerintahan Suriname yang memiliki darah keturunan Banyumas, Jawa Tengah.
Raymond memiliki perjalanan panjang dalam pemerintahan Suriname. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan pada 2010-2012, kemudian menjadi Menteri Perdagangan dan Industri pada 2012-2014.
Setelah keluar dari pemerintahan, Raymond bergabung dengan kelompok oposisi dan mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan umum Suriname pada Mei 2015. Namun, ia gagal memenangkan pemilu tersebut.
7. Yusof Ishak
Yusof Ishak menjabat sebagai Presiden pertama Singapura untuk periode 1965-1970.
Yusof merupakan seorang Melayu keturunan Minangkabau, Sumatera Barat. Garis keturunan tersebut berasal dari pihak ayahnya.
Leluhurnya merupakan bangsawan Minangkabau bernama Datok Janaton. Pada pertengahan abad ke-18, Datok Janaton bersama saudaranya, Datok Setia, dan sejumlah pengikut bermigrasi ke Kedah, Malaysia.
Mereka kemudian menyatakan kesetiaan kepada Sultan Kedah.

1 jam yang lalu
4






English (US) ·
Indonesian (ID) ·