500 Peserta Konvoi Darat ke Gaza Tertahan di Perbatasan Turki-Irak, Termasuk Relawan Indonesia

2 jam yang lalu 3

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA — Lebih dari 500 peserta Land Convoy to Palestine tertahan di perbatasan antara Turki dan Irak. Mereka belum diizinkan melintas perbatasan kedua negara itu untuk terus melanjutkan perjalanan darat menuju Tepi Barat. Satu aktivis dan relawan dari Indonesia, Rikar Tayusani turut serta dalam konvoi tersebut hingga saat ini masih bertahan di Ibrahim Khalil Border, di perbatasan Turki-Irak.

“Ada sekitar 500 relawan dan aktivis dari banyak negara masih tertahan di perbatasan. Kita belum diizinkan untuk masuk ke Irak,” kata Rikar saat dihubungi Republika, Rabu (12/8/2026). Rikar sudah berada di Turki selama dua pekan sejak 30 Juli 2026 mengikuti rombongan Land Convoy to Palestine. “Dan kita sudah sampai di perbatasan (Irak) sejak semalam. Dan kita masih menunggu izin untuk masuk (ke Irak),” ujar dia.

Land Convoy to Palestine merupakan gerakan sipil dari seluruh dunia untuk bersama-sama menuju Palestina melalui jalur darat. Seperti misi laut Global Sumud Flotilla (GSF) menuju blokade Gaza, Land Convoy to Palestina juga punya misi serupa mengirimkan bantuan kemanusian ke Palestina melalui Tepi Barat. Land Convoy to Palestine juga punya misi ke seluruh dunia agar tak melupakan masalah Palestina yang hingga kini masih dalam penjajahan zionis israel.

Land Convoy to Palestine, mengambil titik keberangkatan awal pada 22 Juli 2026 lalu dari Sarjevo, Bosnia-Herzegovina. Rombongan itu melintasi beberapa negara Eropa, dan bergabung bersama-sama di Ankara, Turki. Dari Turki, rombongan itu melanjutkan perjalanan bersama ke arah timur menuju perbatasan Irak. Jika berlanjut, rombongan itu akan menuju Baghdad lalu melanjutkan perjalanan lagi ke barat menuju perbatasan Yordania.

“Kenapa kami melakukan perjalanan darat melalui Irak, tidak melewati Suriah? Karena Suriah sendiri, masih sulit untuk dilalui karena negaranya juga masih pembenahan,” ujar Rikar. Sedangkan melalui Irak, kata Rikar, otoritas Kurdistan dalam satu kesempatan kepada panitia, sudah memberikan izin untuk melintas, bahkan memberikan perlindungan. Tetapi kata Rikar, informasi dari penyelenggara Land Convoy to Palestine, pemerintahan di Baghdad masih sulit merestui.

“Kami mendapatkan informasi, kalau pemerintahan di Baghdad, juga mendapatkan tekanan dari negara-negara lain supaya kami tidak boleh lewat,” kata Rikar. Kata Rikar, dalam rombongan Land Convoy to Palestine juga diikuti oleh banyak partisipan-partisipan GSF Tunisia 2025, dan Turki 2026 lalu. “Dari Indonesia, cuma saya saja sendiri. Dan ada dari Malaysia satu juga. Tetapi kebanyakan yang ikut land convoy ini dari Eropa dan Turki,” kata Rikar.

Kata Rikar, Land Convoy to Palestine merupakan babak lanjutan dari aksi serupa kampanye untuk Palestina. Rikar, juga peserta GSF Land Convoy to Gaza melalui Libya pada Juni 2026 lalu. Akan tetapi, aksi darat menuju Palestina maupun Gaza selama ini selalu gagal di negara-negara perbatasan, karena larangan dan tekanan politik, maupun karena banyaknya milisi-milisi bersenjata yang terafiliasi dengan kepentingan zionis israel.

“Kami melakukan ini (land convoy) karena sama seperti GSF juga yang menginginkan terbukanya akses ke Palestina untuk pengiriman bantuan, dan kembali untuk selalu menyampaikan ke seluruh dunia, bahwa penjajahan di Palestina ini masih terus terjadi. Dan bukan hanya di Gaza, tetapi di West Bank (Tepi Barat) ini juga dalam situasi terancam oleh zionis israel,” kata Rikar. 

Baca Artikel Selengkapnya