REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Krisis air dan sanitasi masih menjadi salah satu hambatan terbesar bagi pembangunan Afrika. Lebih dari 400 juta penduduk di benua tersebut belum memperoleh akses terhadap layanan dasar air minum, sementara lebih dari 700 juta orang belum memiliki fasilitas sanitasi yang dikelola secara aman.
Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa sekaligus Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi PBB untuk Afrika, Claver Gatete, mengatakan krisis tersebut tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga menekan produktivitas, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi negara-negara Afrika.
“Air berada di pusat setiap tantangan pembangunan utama yang dihadapi Afrika saat ini,” kata Gatete saat berpidato dalam Sesi Biasa ke-49 Dewan Eksekutif Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia, beberapa waktu lalu.
Menurut Gatete, tekanan terhadap sumber daya air semakin berat akibat perubahan iklim. Pola curah hujan di berbagai kawasan Afrika menjadi semakin sulit diprediksi, sedangkan kekeringan, banjir, dan guncangan iklim lainnya terus mengganggu produksi pertanian.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap perekonomian negara-negara yang masih sangat bergantung pada sektor pertanian. Gatete menyebut guncangan terkait iklim telah mengurangi produktivitas pertanian dan menyebabkan sejumlah negara Afrika kehilangan hingga lima persen produk domestik bruto mereka setiap tahun.
Krisis air juga berkaitan erat dengan persoalan energi. Hampir 600 juta penduduk Afrika masih hidup tanpa akses listrik. Kekurangan energi itu membatasi kemampuan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan industri, memperluas layanan publik, dan bersaing dalam perekonomian global.
Gatete menilai pemerintah Afrika tidak dapat lagi menangani persoalan air, energi, pertanian, dan perubahan iklim secara terpisah. Ia mendorong penerapan perencanaan terpadu yang menghubungkan pengelolaan air dengan pertanian, energi, industri, pembangunan perkotaan, dan kebijakan iklim.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena kebutuhan air terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, urbanisasi, perluasan kegiatan industri, dan meningkatnya permintaan pangan serta energi.
Tanpa perencanaan yang terkoordinasi, persaingan dalam pemanfaatan sumber daya air berpotensi semakin besar. Kota-kota membutuhkan lebih banyak air untuk rumah tangga dan industri, sedangkan sektor pertanian tetap memerlukan pasokan air dalam jumlah besar untuk menjaga produksi pangan.
sumber : Xinhua

1 jam yang lalu
6






English (US) ·
Indonesian (ID) ·