Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pujian 'setinggi langit' usai bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Oval Office, Gedung Putih pada Selasa (27/7) siang waktu setempat.
Netanyahu mengeklaim bahwa percakapannya dengan Trump berlangsung luar biasa dan merupakan percakapan yang terbaik dilakukan oleh dua sahabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan kunjungan ketujuh Netanyahu di Washington DC sejak Trump berkuasa sebagai Presiden AS.
Meski demikian, pertemuan antara keduanya tak sehebat dan sehangat yang disampaikan Netanyahu.
Sedikitnya ada tiga tanda bahwa Trump kali ini menyambut Netanyahu tak sehangat dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya.
1. Tanpa karpet merah
Media Israel YNet melaporkan bahwa Trump kali ini tidak menggelar karpet merah untuk menerima kedatangan Netanyahu di Gedung Putih.
Tak seperti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, waktu pertemuan kali ini pun disebut berlangsung amat singkat antara Trump dan Netanyahu di Oval Office.
Pertemuan itu hanya berlangsung dengan dengan acara penyambutan formal di Oval Office.
Pertemuan tersebut bahkan menjadi yang tersingkat yang dilakukan Netanyahu dan Trump di Gedung Putih.
2. Tak ada diskusi tatap muka langsung dan pernyataan bersama
Pertemuan Netanyahu dan Trump kali ini pun berlangsung tanpa ada diskusi tatap muka langsung seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Pertemuan yang juga berlangsung tertutup bagi awak media itu juga tak diakhiri dengan pernyataan bersama antara Trump dan Netanyahu.
Menurut laporan media YNet News, pertemuan berlangsung sebentar dan tak ada tanya jawab dengan media.
3. Gestur JD Vance yang disebut tegang dan tak nyaman
Pakar gestur dari Florida Lilian Glass kemudian menafsirkan arti di balik gestur yang ditunjukkan Wapres AS JD Vance saat pertemuan itu berlangsung.
Ia menilai Vance tampak tegang dan tak nyaman ketika Netanyahu bertemu Trump.
"Ada jarak fisik yang cukup jauh dengan Vance. Vance tampak berada di luar kelompok, dan senyumnya tegang, seperti yang terlihat dari ketegangan di rahang bawahnya," kata dia, dikutip New York Post.
"Dia (Vance) tampaknya tidak begitu nyaman," imbuh Glass.
Glass menyoroti jari-jari Vance yang lebih melengkung di sisi kiri, ini menunjukkan rasa tidak nyaman.
Di luar pertemuan itu, Vance memang sempat berselisih dengan kabinet Netanyahu. Bulan lalu, dia murka ke para pejabat Israel yang mengecam nota kesepahaman (Mou) perdamaian AS dengan Iran.
"Jika saya berada di Kabinet pemerintahan Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di seluruh dunia," kata Vance dalam konferensi pers Gedung Putih.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

2 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·