Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok, PCINU Jepang, PCINU United Kingdom, dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sragen mendorong restrukturisasi peta jalan ekonomi organisasi menjelang Muktamar ke-35 NU.
Hal ini dilatari kekuatan ekonomi NU yang belum tergarap. Padahal, ada lebih dari 100 juta warga NU merupakan produsen sekaligus konsumen itu sendiri sebagai kekuatan pasar.
“NU pada dasarnya adalah negara di dalam negara. Kita memiliki produsen, konsumen, dan regulasi internal sendiri,” ujar Muhamad Rasyid Jazuli, Managing Director PPPI dan Ketua PCINU UK periode 2023–2025, pada Webinar Pra-Muktamar bertajuk “Kemandirian Ekonomi NU, Mungkinkah?” pada Ahad (9/8/2026).
Ia menyebut satu syarat mutlak, bahwa NU harus mengatasi hambatan mental yang memandang audit profesional dan logika bisnis sebagai pelanggaran adab keagamaan, suul adab. Tanpa itu, NU tetap tertahan di liga amatir, tidak naik ke liga utama pengelolaan global.
Senada, Bendahara PBNU H Sumantri Suwarno menyampaikan perlunya keberanian memisahkan otoritas kultural, kiai, dari otoritas operasional, yakni para profesional.
“Ketika keputusan bisnis lahir sebagai respons sporadis atas situasi politik, bukan dari peta jalan konseptual, arus kas berubah negatif dalam dua tahun. Untuk menjaga independensi sosial-politik NU, kita harus mengisolasi operasional bisnis dari intervensi keagamaan maupun kontrol politik,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCNU Sragen Sriyanto membuktikan kemandirian finansial lewat kekuatan yang kecil. Model Sragen bertumpu pada satu fondasi, yaitu basis data warga NU yang mencakup nama dan alamat. SragenMart, misalnya, mengumpulkan modal Rp3 miliar dalam 28 hari lewat skema urunan saham komunitas seharga Rp200.000 per lembar.
PCNU Sragen mampu mengumpulkan dana i’anah Rp5 miliar dalam tiga bulan dari iuran Rp2.000 per anggota yang digunakan untuk membeli lahan NU Center. Pendataan sistematis masjid dan mushala bahkan memproyeksikan potensi akumulasi dana komunitas hingga Rp 199 miliar pada 2025.
“Kami membangun kantor dan membeli ambulans tanpa sepeser pun hibah pemerintah. Ketika kita punya data dan kepercayaan, komunitas menjadi mesin pertumbuhan yang sesungguhnya,” ungkap Sriyanto.
Di Jepang, PCINU menjalankan program pengadaan lahan pemakaman muslim yang menekan biaya pemakaman di Jepang menjadi sekitar Rp35 juta, jauh di bawah Rp100 juta untuk memulangkan jenazah ke Indonesia.
PCINU Jepang juga merintis pertanian padi untuk mendanai operasional organisasi. Hal tersebut dinilai menjadi bukti bahwa jaringan NU menemukan celah pasar bahkan di ekonomi berbiaya tinggi.
4 rekomendasi
Kolaborasi empat cabang merumuskan empat rekomendasi kebijakan untuk kepengurusan PBNU. Hal ini disampaikan melalui rilis pers yang diterima NU Online pada Senin (10/8/2026).
Pertama, pemisahan wajib membentuk firewall tegas antara dana organisasi yang bersifat sosial-keagamaan dan dana bisnis yang bersifat operasional-profesional.
Kedua, validasi pasar dan uji coba: PBNU tidak menduplikasi unit bisnis secara massal, seperti BUMNU, tanpa validasi pasar dan uji coba yang berhasil.
Ketiga, dana abadi nasional: mendirikan dana permanen untuk membiayai riset, beasiswa, dan kaderisasi, terisolasi dari siklus politik lima tahunan.
Keempat, talent registry global: melibatkan profesional, teknokrat, dan akademisi diaspora secara formal dalam pengelolaan dan audit aset ekonomi NU.

3 jam yang lalu
1




English (US) ·
Indonesian (ID) ·