23 Orang Masih Hilang di Reruntuhan Gedung Roboh di Filipina

9 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim SAR masih berupaya menembus reruntuhan bangunan yang runtuh di Filipina pada Minggu (24/5). Insiden ini menyebabkan 23 orang hilang sementara otoritas setempat mengatakan ada teriakan terdengar dari bawah reruntuhan.

Bangunan setinggi sembilan lantai runtuh pada sekitar pukul 03.00 pagi, gedung ini berada di kota Angeles, sekitar 80 kilometer (50 mil) utara Manila.

Runtuhnya bangunan tersebut juga merusak sebuah hotel di sebelahnya, tempat dua dari 26 orang yang sudah diselamatkan menginap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim SAR yang melakukan penilaian awal "mendengar seseorang berteriak kesakitan" dari bawah reruntuhan, kata Maria Leah Sajili, juru bicara regional Biro Pemadam Kebakaran, kepada wartawan.

Manajer Umum Otoritas Pengembangan Metropolitan Manila, Nicolas Torre, mengatakan kepada AFP bahwa mereka mengirim peralatan penyelamat dan anjing pelacak untuk membantu penyelamatan.

"Kami juga mengerahkan alat monitor kehidupan, alat pendengar, dan juga alat bantu penyelamat untuk membantu tim penyelamat karena banyak puing yang perlu dipotong dan diangkat untuk menemukan orang-orang," kata Torre.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran yang ditempatkan di area tersebut mengatakan 23 orang kemungkinan terjebak di lokasi tersebut.

Tumpukan tiang yang patah dan puing-puing menutupi lokasi tersebut lebih dari 12 jam kemudian saat pencarian korban selamat terus berlanjut di bawah terik matahari tropis, menurut wartawan AFP di lokasi kejadian.

Puing-puing tersebut dibungkus dengan terpal plastik hijau pelindung yang umum digunakan di lokasi konstruksi.

Penyebab runtuhnya bangunan tersebut belum ditentukan.

Sebelum kejadian runtuh, pengantar makanan James Bernardo, 30 tahun, mengatakan kepada AFP melalui telepon bahwa ia baru saja mengantarkan makanan di jalan yang sama ketika bencana terjadi.

"Beberapa detik kemudian tiba-tiba terdengar suara keras di area tersebut, dan ketika saya melihat, saya menyadari bahwa (bangunan) itu sudah runtuh," kata Bernardo.

"Syukurlah saya selamat," ujar dia.

Sebuah klip video yang diambil Bernardo dan diverifikasi oleh AFP menunjukkan tumpukan besar balok baja yang bengkok, tiang listrik, dan lempengan beton yang menghalangi jalan sementara saksi lain mengambil foto dengan ponsel mereka.

Dalam klip tersebut, Bernardo terdengar berkata, "Kami kira itu gempa bumi, tetapi ternyata itu adalah bangunan yang runtuh."

Petugas informasi kota, Jay Pelayo, mengatakan kepada AFP bahwa dinding dan perancah bangunan sembilan lantai itu telah ambruk, kemungkinan menjebak orang-orang di tumpukan puing.

"Ada potongan-potongan besar beton, dan kami membutuhkan peralatan untuk mengangkatnya. Itulah yang menjadi tantangan bagi penyelamatan saat ini," kata Pelayo.

Laporan awal menunjukkan 24 orang telah diselamatkan dari lokasi bangunan, serta dua orang dari hotel yang berdekatan, kata pemerintah kota.

Wawancara untuk menentukan identitas para korban selamat masih berlangsung, kata Pelayo, menambahkan bahwa mereka yang diselamatkan dalam kondisi stabil.

(fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya