REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pentagon mengajukan permintaan kepada Kongres Amerika Serikat untuk mengesahkan perubahan nama menjadi “Departemen Perang”, sebuah langkah simbolik yang dinilai mencerminkan penegasan ulang misi militer negara tersebut.
Dalam proposal legislatifnya, Pentagon menyebut proses perubahan nama itu diperkirakan menelan biaya hampir 52 juta dolar AS (Rp830 miliar) dan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap permintaan anggaran pertahanan Presiden Donald Trump untuk tahun fiskal 2027. Departemen Pertahanan menyatakan bahwa estimasi biaya tersebut masih bersifat awal.
“Biaya sebenarnya sedang dikumpulkan selama implementasi dan akan tersedia setelah pelaksanaan perubahan nama pada tahun fiskal berjalan selesai,” demikian keterangan resmi yang disampaikan, sebagaimana diberitakan sejumlah kantor berita Amerika.
Rincian anggaran menunjukkan bahwa sekitar 3,5 juta dolar AS dialokasikan untuk departemen militer, 3 juta dolar AS untuk kantor Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Layanan Markas Besar Washington, serta 400 ribu dolar AS untuk Staf Gabungan dan komando terkait.
Sementara itu, porsi terbesar, yakni sekitar 44,6 juta dolar AS, akan digunakan untuk Badan Pertahanan dan berbagai kegiatan lapangan. Dalam dokumen setebal 92 halaman tersebut, pejabat pertahanan menegaskan bahwa perubahan nama memiliki makna strategis.
“Revisi terhadap penamaan Departemen ini berfungsi sebagai pengingat mendasar akan pentingnya dan penghormatan terhadap misi inti kita, yaitu berperang dan memenangkan peperangan,” tulis mereka.
Usulan tersebut akan berdampak luas secara administratif, termasuk sekitar 7.600 perubahan dalam undang-undang federal. Selain itu, jabatan Menteri Pertahanan juga akan diubah menjadi Menteri Perang, seiring dengan penyesuaian nomenklatur lainnya. Langkah ini disebut sebagai tindak lanjut dari perintah eksekutif yang diterbitkan Trump pada September tahun lalu.
Meski demikian, estimasi biaya dari Pentagon lebih rendah dibandingkan perhitungan Congressional Budget Office yang sebelumnya memperkirakan total pengeluaran bisa mencapai 125 juta dolar AS, tergantung pada skala implementasi. Rancangan undang-undang untuk mengesahkan perubahan nama tersebut telah diajukan oleh Greg Steube di Dewan Perwakilan Rakyat dan Mike Lee di Senat.
Sebagai bagian dari implementasi awal, Pentagon dilaporkan telah mulai mengganti situs web resmi dan akun media sosialnya agar mencerminkan nama baru. Bahkan, papan nama di kantor Menteri Pertahanan telah diperbarui menjadi “Menteri Perang”.

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·