Tuding Politisi Republik Pengkhianat, Amarah Trump Bikin Partai Pendukungnya Terguncang

1 bulan yang lalu 30

Kolase Donald Trump dan Thom Tillis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Donald Trump mengecam Senator Partai Republik Thom Tillis di tengah munculnya pemberontakan internal terkait pembentukan “Dana Anti-Persenjataan” senilai 1,8 miliar dolar AS yang memicu kritik dari sejumlah legislator Partai Republik.

Dalam unggahan di media sosial pada Jumat waktu setempat, Trump menyebut Tillis sebagai “RINO” atau Republican in Name Only dan menuduhnya sebagai pengkhianat partai.

“Saya menyebutnya pengkritik cerewet, selalu melawan Partai Republik dan saya, terutama pada hal-hal yang tidak penting,” tulis Trump.

Trump juga menyindir keputusan Tillis yang sebelumnya mengumumkan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai senator.

“Ketika saya mengatakan tidak akan mendukungnya untuk pencalonan lagi, dia langsung mengundurkan diri dan mengumumkan akan pensiun,” kata Trump.

Kontroversi terbaru di internal Partai Republik dipicu pembentukan dana hampir 1,8 miliar dolar AS yang disebut sebagai “Dana Anti-Persenjataan”. Dana itu disiapkan untuk memberikan kompensasi kepada pihak-pihak yang mengklaim menjadi korban kriminalisasi politik pada masa pemerintahan sebelumnya, sebagaimana diberitakan ABC News pada Sabtu (23/5/2026).

Dana tersebut muncul sebagai bagian dari penyelesaian gugatan Trump senilai 10 miliar dolar AS terhadap Internal Revenue Service atau IRS.

Tillis menjadi salah satu senator Republik yang paling keras mengkritik kebijakan tersebut. Ia menyebut dana itu berpotensi menjadi “wadah pembayaran bagi para berandal”, termasuk kemungkinan memberi kompensasi kepada pelaku kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol.

“Banyak dari mereka pantas dipenjara. Sebagian mungkin memang dituntut berlebihan, tetapi ini benar-benar tindakan yang sangat bodoh,” ujar Tillis.

Kritik serupa juga datang dari Senator Partai Republik asal Louisiana, Bill Cassidy. Dia menilai dana tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak mencerminkan kebutuhan utama masyarakat Amerika.

Baca Artikel Selengkapnya