REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengatakan ia sangat mempertimbangkan untuk menarik AS keluar dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setelah aliansi tersebut menolak ikut berperang melawan Iran. Hal ini merupakan tanda terkuat bahwa Washington tidak lagi menganggap Eropa sebagai mitra pertahanan yang dapat diandalkan.
Berbicara kepada The Telegraph, Trump berkata, "Saya sangat mempertimbangkan untuk keluar dari NATO," dan menyebut aliansi transatlantik itu sebagai "macan kertas".
“Oh ya, menurut saya hal ini perlu dipertimbangkan lagi,” jawab Trump ketika ditanya apakah dia akan mempertimbangkan kembali keanggotaan AS, dan lebih lanjut menyerang blok tersebut. “Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu bahwa mereka adalah macan kertas, dan Putin (Presiden Rusia Vladimir Putin) juga mengetahui hal itu.”
Komentar Trump muncul setelah mitra NATO menolak mengirim kapal perang untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur aliran minyak dunia. Teheran secara efektif telah memblokir Selat tersebut selama berminggu-minggu bagi pihak-pihak yang bermusuhan menyusul agresi terhadap negara tersebut. Aksi itu membuat harga minyak dan gas global melonjak sekaligus mengancam resesi global.
NATO dibentuk menyusul berlangsungnya Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet selepas Perang Dunia II. Aliansi ini merupakan saingan dari Pakta Warsawa yang merupakan kumpulan negara-negara komunis Blok Timur. Artikel NATO mengatur bahwa anggotanya harus membantu jika wilayah rekannya diserang. Namun dalam konteks perang kali ini, AS yang lebih dulu menyerang Iran.
Sejauh ini seluruh sekutu AS anggota NATO di Eropa menolak ikut berperang. Jerman, Prancis, dan Inggris yang biasanya membersamai AS menolak terlibat dalam perang. Spanyol melarang wilayah udara mereka dipakai menyerang Iran. Yang terkini, Polandia menolak mengembalikan sistem pertahanan rudal Patriot kepada AS.
Para pimpinan di Eropa bersikeras bahwa serangan ilegal AS-Israel ke Iran bukan perang mereka. Jerman, sekutu dekat AS-Israel bahkan menyatakan bahwa serangan tersebut ilegal dan mengacaukan kondisi dunia.
Trump mengatakan, semestinya saat ia menyerang Iran dan Selat Hormuz ditutup, sekutu NATO otomatis membantu AS. "Kami berada di sana secara otomatis, termasuk saat Ukraina diserang. Ukraina bukanlah masalah kami. Itu adalah sebuah ujian, dan kami ada di sana untuk mereka, dan kami akan hadir untuk mereka. Tapi mereka tidak hadir untuk kami."
Trump sebelumnya juga mencak-mencak menyusul tak kunjung ada bantuan dari negara selain Israel menyerang Iran. Ia menyuruh negara-negara lain menjemput sendiri minyak bumi yang mereka butuhkan ke Selat Hormuz yang saat ini tengah diblokade Iran.
Dalam sebuah postingan di Truth Social, Presiden AS, Donald Trump, menyarankan agar negara-negara seperti Inggris harus membangun “keberanian” untuk pergi ke Selat Hormuz dan “mengambil” bahan bakar sendir.
“Kalian harus mulai belajar bagaimana berjuang untuk diri kalian sendiri, AS tidak akan berada di sana untuk membantu kalian lagi, sama seperti kalian tidak berada di sana untuk kami,” kata Trump ketika ia mengkritik negara-negara yang “menolak untuk terlibat dalam penghancuran Iran”.

4 minggu yang lalu
13








English (US) ·
Indonesian (ID) ·