PPIT: RI-China perlu perkuat kerja sama vokasi untuk industri

1 bulan yang lalu 33

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan China patut meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan vokasi dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang siap memenuhi tuntutan industri, ucap diplomat senior dan Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Al Busyra Basnur.

Ia menyampaikan bahwa pendidikan vokasi merupakan jembatan strategis yang menghubungkan pendidikan dan industri, sehingga penguatan kerja sama bilateral di bidang tersebut merupakan langkah yang tepat lagi penting.

“Untuk membangun sumber daya manusia, Indonesia tidak bisa sendiri. Indonesia perlu bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki kapasitas untuk itu, seperti China,” kata Al Busyra pada dalam konferensi tahunan pendidikan vokasional China-Indonesia di Yangzhou, China, Ahad.

Menurut keterangan tertulis yang dikonfirmasi di Jakarta, Al Busyra memandang perubahan dunia yang cepat, sebagaimana terlihat dari transformasi digital dan industri, manufaktur modern, energi hijau, dan kecerdasan buatan, menuntut penyiapan SDM yang semakin baik.

Di samping membuka peluang untuk mendapat pekerjaan yang layak, pendidikan vokasi juga membantu menciptakan inovasi baru dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui industri, kata dia.

“Pendidikan vokasi yang kuat dapat mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas, dan membantu industri agar tetap kompetitif dalam menghadapi pasar global,” kata diplomat senior itu.

Karena itu, Indonesia dan China perlu membangun kerja sama pendidikan vokasi bersama dengan industri-industri strategis yang ada di kedua negara.

Konferensi yang dihadiri oleh seratusan mahasiswa dan akademisi tersebut diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Pengembangan Edukasi Vokasional China-Indonesia di Institut Politeknik Yangzhou (YPI).

Saat ini terdapat sekitar 80 mahasiswa Indonesia menuntut ilmu di YPI, sehingga menjadi kelompok mahasiswa asing terbesar di kampus tersebut.

Adapun pada awal tahun ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menginisiasi kerja sama antara Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) dengan Asosiasi Pendidikan Guangdong untuk Pertukaran Internasional (GEAIE).

Skema kerja sama tersebut mencakup pembentukan satu pusat kerja sama dan mekanisme aliansi, yang fokus pada 10 sektor utama industri, dengan penyelenggaraan lebih dari 100 kegiatan pertukaran dan pembelajaran.

Hal tersebut ditujukan untuk peningkatan mobilitas dua arah sebanyak 1.000 mahasiswa antara Indonesia dan China serta pelatihan 10.000 talenta lokal Indonesia.

Baca juga: Diaspora muda di Nanjing promosikan budaya dan pariwisata Indonesia

Baca juga: Dubes Al Busyra minta wisudawan aktif bangun jaringan internasional

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya