PNM: Penguatan keuangan pelaku usaha jaga daya tahan ekonomi nasional

3 minggu yang lalu 39
ketahanan keuangan yang lebih baik memberi ruang bagi keluarga untuk tetap memenuhi kebutuhan pokok, mempertahankan usaha, serta menghindari keputusan finansial yang berisiko ketika menghadapi kondisi darurat

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kindaris menilai penguatan ketahanan keuangan keluarga pelaku usaha ultra mikro dapat menjadi indikator dalam menjaga daya tahan perekonomian nasional terutama di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.

Kindaris mengatakan ketahanan keuangan yang lebih baik memberi ruang bagi keluarga untuk tetap memenuhi kebutuhan pokok, mempertahankan usaha, serta menghindari keputusan finansial yang berisiko ketika menghadapi kondisi darurat.

"Bagi keluarga prasejahtera, tambahan waktu tersebut memberikan ruang untuk mengambil keputusan ekonomi lebih rasional tanpa harus terjebak dalam pinjaman ilegal atau menjual aset produktif saat menghadapi keadaan mendesak,” kata Kindaris dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan ketahanan keuangan masih menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha ultra mikro di Indonesia. Sedikit saja terjadi guncangan, seperti penurunan omzet, anggota keluarga sakit, atau meningkatnya kebutuhan pendidikan, kondisi ekonomi rumah tangga pelaku usaha dapat langsung tertekan.

Kindaris mengatakan persoalan tersebut menunjukkan bahwa penguatan usaha tidak cukup hanya melalui penambahan akses pembiayaan, tetapi juga perlu dibarengi peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan keluarga.

Pendekatan tersebut dijalankan PNM melalui pembiayaan yang dipadukan dengan pendampingan rutin kepada nasabah ultra mikro. Melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), nasabah memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pengembangan usaha, hingga penguatan jejaring antarpelaku usaha perempuan.

Baca juga: Ekonom: Kesenjangan kredit UMKM dan nasional tunjukkan ada masalah

Baca juga: OJK setujui penggabungan BPRS Rizky Barokah ke PNM Mentari

Berdasarkan riset BRI Research Institute pada 2023, sebanyak 69,2 persen nasabah ultra mikro PNM mengalami peningkatan ketahanan keuangan. Selain itu, 48,1 persen responden kini mampu bertahan selama satu hingga dua bulan tanpa tambahan pemasukan, meningkat dibandingkan sebelumnya yang rata-rata hanya mampu bertahan satu hingga dua minggu.

Menurut Kindaris, peningkatan tersebut mencerminkan semakin baiknya kemampuan keluarga pelaku usaha dalam mengelola keuangan, menyusun prioritas pengeluaran dan mengantisipasi risiko ekonomi.

Pengelolaan keuangan yang baik juga menghasilkan stabilitas ekonomi keluarga yang berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia karena memiliki peluang lebih besar memastikan anak tetap bersekolah, memperoleh gizi yang cukup, serta tumbuh dalam lingkungan yang lebih kondusif.

“Stabilitas ekonomi menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi anak untuk belajar dan berkembang, sekaligus memperkecil risiko lahirnya kembali siklus kemiskinan antargenerasi," ujarnya.

Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria sebelumnya menegaskan penguatan pembiayaan ultra mikro harus mampu memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar memperbesar akses terhadap modal.

"Penguatan pembiayaan ultra mikro harus mampu memperluas akses usaha masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan," ujar Dony.

Baca juga: PNM sebut kontribusi pembiayaan syariah bagi pemberdayaan perempuan

Baca juga: PNM buka peluang kerja lulusan SMA/SMK dari keluarga prasejahtera

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya