Jakarta, CNN Indonesia --
Para pemimpin pasukan pertahanan Israel (IDF) dilaporkan menelantarkan para tentara mereka saat menghadapi milisi Hizbullah di wilayah utara Lebanon.
Dikutip dari Middle East Monitor (MEMO), media Israel melaporkan warga di wilayah utara Israel, Kiryat Shmona pemimpin otoritas marah dan menuduh Kepala Staf IDF Eyal Zamir dan kepala komando wilayah utara sengaja meninggalkan para tentara mereka dalam pertempuran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan yang dimuat oleh media Israel, para pemimpin lokal tersebut menyampaikan kecaman kepada para komandan militer.
"Kami mendesak Anda untuk segera mengundurkan diri. Kami tidak tahu bagaimana melindungi tentara kami dan wilayah utara dalam kondisi ini," demikian pernyataan otoritas daerah, merujuk pada serangan Hizbullah yang terus berlanjut.
Mereka menyatakan bahwa serang-serangan beruntun itu telah menyebabkan kerugian besar bagi Israel.
Para kepala otoritas lokal dan dewan pemukiman di Israel utara juga menyatakan keprihatinan yang semakin besar atas kesepakatan yang muncul antara Amerika Serikat dan Iran, memperingatkan dampaknya terhadap konfrontasi dengan Hizbullah di sepanjang front Lebanon.
Mereka menuduh pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah meninggalkan para pemukim di utara dan menjadikan mereka "sandera kepentingan Amerika."
"Sekali lagi kami dibiarkan menghadapi nasib kami sendiri, dan pemerintah telah menghilang," kata mereka.
Menurut laporan media Israel, para walikota dan kepala dewan lokal mengatakan bahwa mereka belum menerima informasi terbaru resmi dari pemerintah mengenai sifat kesepakatan yang dilaporkan antara Washington dan Teheran.
Mereka mengatakan bahwa mereka mengetahui tentang kesepahaman tersebut melalui laporan media dan kebocoran informasi dari AS, bukan dari pemerintah Israel.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
1









English (US) ·
Indonesian (ID) ·