PBNU serukan negara OKI bersatu hadapi hegemoni Israel

3 minggu yang lalu 10
Kita tidak ingin masyarakat Muslim terpecah belah karena isu Sunni-Syiah. Semua negara-negara Muslim yang tergabung di dalam OKI lepas dari mahzab dan ideologinya semua adalah sesama negara Islam dan kita perlu bersatu...

Jakarta (ANTARA) - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla menyerukan pentingnya persatuan di antara negara-negara Muslim untuk menghadapi dinamika geopolitik kawasan, khususnya terkait tindakan hegemoni Israel.

Ulil menegaskan perpecahan di kalangan umat Islam, terutama akibat isu sektarian seperti Sunni dan Syiah, harus dihindari. Menurut dia, negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada dasarnya merupakan sesama negara Islam yang perlu mengedepankan solidaritas.

“Kita tidak ingin masyarakat Muslim terpecah belah karena isu Sunni-Syiah. Semua negara-negara Muslim yang tergabung di dalam OKI lepas dari mahzab dan ideologinya semua adalah sesama negara Islam dan kita perlu bersatu untuk melawan kesewenang-wenangan negara zionis, yaitu Israel,” kata Ulil di Jakarta, Selasa.

Ia menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan yang melibatkan Amerika-Israel dan Iran. Menurutnya, upaya agresi terhadap Iran berpotensi memperburuk situasi dan memicu konflik yang lebih luas di antara negara-negara Muslim.

Baca juga: PBNU sebut kunjunganke tiga kedubes untuk dorong perdamaian Timteng

Ulil menilai salah satu tujuan dari Israel dalam eskalasi konflik tersebut adalah menciptakan perpecahan di antara negara-negara Islam.

Ia mengingatkan kondisi saling berhadapan atau ketegangan di antara negara Muslim justru dapat melemahkan posisi kolektif mereka di tingkat global.

“Saya kira tujuan panjangnya adalah Israel ingin melemahkan seluruh negara-negara Islam yang ada di kawasan, sehingga Israel bisa menjadi kekuatan hegemoni yang dominan di kawasan dan itu berbahaya,” ujarnya.

Baca juga: PBNU temui Dubes Saudi, dorong diplomasi hentikan konflik Timur Tengah

Lebih lanjut Ulil menekankan bahwa konflik sektarian tidak memberikan keuntungan bagi umat Islam. Sebaliknya, perpecahan tersebut justru dinilai menguntungkan pihak-pihak tertentu, termasuk Israel.

Untuk itu PBNU mengajak seluruh negara anggota OKI menjaga persatuan dan menghindari konflik berbasis perbedaan mazhab demi stabilitas dan kekuatan bersama di kawasan.

“Kita perlu menjaga persatuan negara-negara Muslim di OKI menghindari perpecahan sektarian karena isu Sunni-Syiah. Perpecahan ini tidak membawa keuntungan bagi siapapun kecuali membawa keuntungan bagi Israel,” ujar Ulil.

Baca juga: Ketua Umum PBNU kutuk serangan AS-Israel terhadap Iran

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya