Netanyahu Disoraki Perwira Militer, Didesak Mundur dari Kursi PM

2 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disoraki dan didesak mundur dari jabatan, saat berpidato di upacara kelulusan militer di Israel selatan pada Kamis (25/6).

Menurut harian Yedioth Ahronoth, seperti dilansir Anadolu Agency, teriakan tersebut muncul saat pidato Netanyahu di upacara kelulusan perwira tempur di pangkalan militer Bahad 1, yang menjadi sekolah pelatihan perwira tentara Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama pidatonya, Netanyahu mengeklaim Israel berada di puncak perang regional yang berkelanjutan. Dia juga mengeklaim Israel "berhasil mengubah aturan main" di kawasan tersebut, menghancurkan penghalang rasa takut, dan membuktikan kekuatan cengkeraman besinya.

Seruan itu muncul di tengah gelombang protes yang sedang berlangsung di beberapa kota Israel terhadap pemerintah Netanyahu.

Para demonstran menuntut pemilihan umum dini dan menyalahkan pemerintah Netanyahu atas kegagalan terkait serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, dan dampak perang di Jalur Gaza dan wilayah yang lebih luas.

Awal pekan ini pun beredar kabar bahwa pemerintah Amerika Serikat Donald Trump berupaya mengganti pemerintahan Netanyahu, usai berulang kali cekcok soal Iran.

Channel 12 pada Minggu (21/6) melaporkan para pejabat di pemerintahan Trump meyakini bahwa pemerintahan Netanyahu mesti diganti mengingat unsur-unsurnya yang terlampau garis keras.

"Pemerintahan AS telah menyatakan keprihatinan tentang kelompok garis keras dalam pemerintahan Netanyahu dan berupaya membangun basis dukungan populer baru sebelum pemilihan umum (pemilu) Israel," demikian laporan Channel 12, seperti dikutip Anadolu Agency.

Jajak pendapat yang dirilis surat kabar Israel Maariv pada Jumat (19/6) lalu menunjukkan oposisi Israel dapat membentuk pemerintahan jika pemilihan diadakan hari itu. Oposisi unggul 61 kursi dibandingkan 49 kursi untuk blok Netanyahu.

Jajak pendapat juga mengindikasikan bahwa partai-partai Arab akan memenangkan 10 kursi dalam pemilu yang dijadwalkan Oktober mendatang.

(bac)

Add as a preferred
source on Google
Baca Artikel Selengkapnya