Damaskus, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Suriah berkolaborasi dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Suriah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Mulla, Mujamma’ Syaikh Ahmad Kaftaro, Damaskus, tersebut dihadiri sejumlah tokoh dari Indonesia dan Suriah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan istighotsah bersama yang dipimpin Rais Syuriyah PCINU Suriah, Robeth Kanzy.
Istighotsah tersebut diniatkan untuk memohon kelancaran pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Indonesia, sekaligus agar seluruh keputusan yang dihasilkan nantinya membawa maslahat bagi umat.
Acara dimulai sekitar pukul 11.30 waktu Suriah dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Syubah Abu Nafi’ dengan riwayat Warsy ‘an Nafi’.
Suasana Maulid semakin khidmat dengan lantunan shalawat dan Mahallul Qiyam yang diiringi tim hadrah. Menariknya, peringatan Maulid Nabi kali ini menjadi ruang perjumpaan dua tradisi.
Para mahasiswa Indonesia memadukan tradisi hadroh dan shalawat yang lekat dengan budaya keislaman Indonesia dengan tradisi Maulid di Suriah melalui pembagian halawiyat mulabbas, jajanan cokelat khas yang biasa hadir dalam perayaan Maulid di Suriah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Arab Suriah, Lukman Hakim Siregar, beserta jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damascus. Hadir pula Ketua Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KBRI Damascus, Bayu Arif Rahman, beserta sejumlah staf KBRI.
Dari pihak Mujamma’ Syaikh Ahmad Kaftaro, hadir Rektor Mujamma’, Syaikh Wahbi Sulaiman, Wakil Rektor Syaikh Bassam ‘Ijk, serta Syaikh Ahmad Mahmud Barsya selaku pimpinan Madrasah Tsanawiyah.
Sementara dari kalangan mahasiswa Indonesia, hadir Ketua Umum PPI Suriah, Silmy Kafaah, Rais Syuriyah PCINU Suriah, Robeth Buldan Kanzy, serta Ketua Tanfidziyah, Mahfudz Muhammad.
Dalam sambutannya, Duta Besar RI Lukman Hakim Siregar menyampaikan kesannya atas antusiasme para mahasiswa yang hadir dalam peringatan Maulid tersebut. Kehadiran di Mujamma’ Syaikh Ahmad Kaftaro juga menjadi kesempatan bagi dirinya untuk melihat langsung lingkungan pendidikan yang selama ini menjadi tempat belajar mayoritas mahasiswa Indonesia di Suriah.
Ia juga mengungkapkan adanya pembicaraan singkat bersama Rektor Mujamma’ Syaikh Ahmad Kaftaro mengenai keberlanjutan hubungan antara KBRI Damascus dan pihak kampus.
"Hubungan tersebut diharapkan terus terjalin dan berkembang, salah satunya ditandai dengan rencana kedatangan mahasiswa dan mahasiswi dari Indonesia ke Mujamma’ Syaikh Ahmad Kaftaro dalam waktu dekat," ungkapnya.
Setelah sambutan Duta Besar, acara dilanjutkan dengan mau’izhah hasanah yang disampaikan Rektor Mujamma’ Syaikh Ahmad Kaftaro, Syaikh Wahbi Sulaiman. Dalam penyampaiannya, ia menyapa hangat para pelajar yang hadir dan menyambut baik kehadiran Duta Besar RI dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.
Syaikh Wahbi juga menyampaikan harapannya agar hubungan baik antara Mujamma’ Syaikh Ahmad Kaftaro, KBRI Damaskus, dan para pelajar Indonesia terus terpelihara.
"Para pelajar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, memperoleh ilmu yang bermanfaat, serta kelak membawa dan mengajarkan ilmu tersebut ketika kembali ke Indonesia," pesannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Wakil Rektor Mujamma’ Syaikh Ahmad Kaftaro, Syaikh Bassam ‘Ijk, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh tamu dan peserta.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini menjadi ruang untuk mengenang kelahiran dan keteladanan Rasulullah saw Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pertemuan hangat antara pelajar, ulama, dan perwakilan kedua negara, mempertemukan Indonesia dan Suriah dalam satu majelis cinta kepada Nabi.
Kontributor: Muhammad Setia

1 jam yang lalu
1




English (US) ·
Indonesian (ID) ·