LD PBNU Perkuat Dakwah ke Luar Negeri, Sasar Pekerja Migran Indonesia

1 jam yang lalu 1

Jombang, NU Online
Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) terus memperkuat dakwah NU di luar negeri, khususnya bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Penguatan tersebut menjadi salah satu fokus yang dibahas dalam forum Dakwah Moving Forward: Connecting NU's Legacy and Global Vision for the Second Century di PPTQ Bayt Qur'an Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026).


Sekretaris LD PBNU KH Nurul Badruttamam mengatakan kegiatan tersebut merupakan program rutin yang digelar setiap momentum Muktamar NU. Selain menjadi forum pertemuan para dai, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat dakwah NU di luar negeri.


“Memperkuat lagi dakwah kita lebih di luar negeri. Tahun di kepengurusan kami, saya dengan pengurus yang periode sekarang itu lebih cenderung merengkuh dan merangkul para Pekerja Migran Indonesia yang sampai saat ini memang sangat membutuhkan kita semuanya,” ujarnya saat ditemui NU Online.


Menurutnya, LD PBNU secara rutin mengirim dai untuk berdakwah dan berbagi dengan komunitas PMI di berbagai negara. Program tersebut tidak hanya dilakukan saat Ramadan, tetapi juga berlanjut setelahnya dengan pola pengiriman secara bergantian maupun hybrid.


Ia menyebut sejumlah negara yang menjadi tujuan pengiriman dai di antaranya Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, Selandia Baru, Amerika Serikat, Jerman, Timor Leste, serta sejumlah negara di Asia.


“Ini rutin, jadi bukan hanya di bulan Ramadan tapi di pasca bulan Ramadan juga. Jadi full di sana satu bulan, nanti bergantian. Baik hybrid juga,” katanya.


Penguatan jaringan dakwah luar negeri juga didukung keberadaan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU. Saat ini, menurut Nurul, terdapat sekitar 15 PCI yang telah terhubung dengan program LD PBNU.


Dalam pengiriman dai, LD PBNU juga mulai memperhatikan kemampuan bahasa asing sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Salah satunya bahasa Mandarin, menyusul adanya permintaan dari PCI Tiongkok terhadap dai maupun daiyah yang memiliki kemampuan bahasa tersebut.


“Ini peluang buat kita. Kalau bahasa Inggris sih oke, dan ini tantangan ya buat kita,” tuturnya.


Selain memperluas dakwah secara langsung, LD PBNU juga mendorong kader dai untuk hadir melalui berbagai platform media. Nurul menyebut sejumlah dai NU telah bekerja sama dengan televisi nasional, termasuk Indosiar dan iNews TV.


“Para kader dan dai kita sudah bukan hanya meng-Indonesia, tapi mendunia,” katanya.


Ia mencontohkan Kang Deban, juara pertama AKSI Indosiar 2025, yang kemudian ditugaskan berdakwah ke Jerman. Menurutnya, kehadiran dai yang telah dikenal masyarakat melalui media dapat menjadi daya tarik tersendiri ketika mereka berdakwah di luar negeri.


LD PBNU juga mengembangkan program Dakwah bil Kitabah melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat dakwah melalui tulisan sekaligus merespons perkembangan teknologi, termasuk munculnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Nurul menambahkan, forum Dakwah Moving Forward tidak hanya menjadi ajang temu kangen para dai NU, tetapi juga untuk menyatukan visi dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Ke depan, dakwah diharapkan tidak hanya menyasar masyarakat yang telah terbiasa mengikuti kegiatan keagamaan.


“Dakwah-dakwah yang belum tersentuh itu, yang kena narkoba, di lapas, pokoknya dakwah-dakwah yang belum tersentuh kita tingkatkan lagi,” jelasnya.


Ia menegaskan LD PBNU ingin membangun sistem dakwah yang dapat terus berjalan meski terjadi pergantian kepengurusan. Dengan sistem tersebut, program pengiriman dai diharapkan tetap berkelanjutan melalui kerja sama dengan jaringan PCINU di berbagai negara.


“Yang kita bangun adalah sistem, bukan orang. Kalau kepengurusan ini kan berganti terus, tetapi yang kita bangun adalah sistem kayak pengiriman dai ini siapa pun pengurusnya tetap jalan,” pungkasnya.


Kontributor: Achmad Subakti

Baca Artikel Selengkapnya