Tokyo (ANTARA) - Korea Utara mengkritik Jepang karena menyerukan denuklirisasi Pyongyang dalam laporan kebijakan luar negeri tahunan yang dikeluarkan pekan lalu, menyebutnya "anakronistis" dan "provokasi serius" yang melanggar hak kedaulatan, menurut media pemerintah pada Rabu.
Institut Studi Jepang di bawah Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa bahwa Buku Biru Diplomatik 2026 sepenuhnya mengungkapkan "permusuhan yang mendalam dan niat konfrontatif" Tokyo terhadap Pyongyang, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Laporan tersebut menyebutkan kekhawatiran Jepang terhadap program senjata nuklir dan rudal Korut dan mengatakan bahwa program tersebut harus dihentikan sepenuhnya.
Menggambarkan Jepang sebagai "negara bawahan" AS, lembaga itu menyatakan bahwa Tokyo melakukan upaya putus asa untuk menyangkal status Korut sebagai negara pemilik senjata nuklir, menyebutnya sebagai "tindakan kurang ajar dan menggelikan."
Sumber: Kyodo
Baca juga: Wang Yi temui Kim Jong Un, tegaskan kedekatan China-Korut
Baca juga: Jepang sebut penumpukan senjata Korut jadi ancaman mendesak
Baca juga: Kim Jong Un bertemu Wang Yi, perkuat kerja sama Korut-China
Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·