Jakarta, NU Online
Memasuki hari ke-12 pascagempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), jumlah korban meninggal dunia kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal mencapai 111 jiwa, sementara jumlah pengungsi berkurang menjadi 179.307 orang berdasarkan data hingga Rabu (26/8/2026).
Situasi masih berat karena gempa susulan terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Kamis (27/8/2026) pukul 05.00 WIB terdapat 8.193 gempa susulan dengan magnitudo M1,1 hingga M6,2. Sebanyak 34 gempa susulan bermagnitudo di atas lima dan 146 kejadian dirasakan masyarakat.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan berharap intensitas gempa terus menurun.
“Semoga nanti gempa-gempa susulan ini semakin kecil, semakin tidak dirasakan dan warga juga sudah akan mulai merasakan lebih tenang, dan tidak menimbulkan kepanikan lagi,” ujarnya dalam konferensi pers pada Rabu (26/8/2026).
Berton mengatakan dua orang kembali meninggal sehingga total korban menjadi 105 jiwa. “Kami memperoleh data ketambahan dua orang yang meninggal sehingga jumlah total yang meninggal menjadi 105 jiwa,” ucapnya.
“Di mana yang meninggal ini pada dasarnya adalah akibat tidak langsung dari gempa bumi. Sedangkan 48 jiwa adalah akibat langsung dan sisanya akibat tidak langsung,” lanjutnya.
Ia menjabarkan berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal terdiri atas laki-laki 42 persen dan perempuan 58 persen. Dari kelompok umur, lansia mencapai 45 persen, dewasa 37 persen, anak-anak 12 persen, sedangkan sisanya balita dan batita.
Korban luka-luka juga bertambah 12 orang menjadi 1.678 jiwa. Manggarai Timur mencatat 404 luka ringan dan 239 luka berat, sedangkan Manggarai 474 luka ringan dan 58 luka berat.
Di sisi lain, Berton mengatakan bahwa jumlah pengungsi berkurang 6.094 orang, terutama dari Sikka. Namun, terdapat penambahan di sejumlah wilayah sehingga total pengungsi masih mencapai 179.307 orang.
Nagekeo menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 51.284 orang, disusul Manggarai 50.556 orang, Manggarai Timur 31.372 orang, dan Manggarai Barat 27.564 orang.
Berton menjelaskan sebagian warga telah kembali ke rumah atas keputusan sendiri setelah memastikan kondisi bangunan aman.
“Nah, ini pulang ke rumah sebenernya dengan kesediaan mereka masing-masing. Mereka tidak dipaksa, mereka memastikan bahwa rumahnya kuat dan gempa bumi saat ini juga sebenarnya tidak seperti minggu yang lalu,” ucapnya.
“Sekarang itu kami di Labuhan Bajo tidak lagi merasakan selama beberapa hari terakhir tidak merasakan egempangan lagi. Mudah-mudahan ke depan juga yang dirasakan itu hanya sekitar di bawah tiga skala richter, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap bangunan ataupun terhadap masyarakat yang ada di sana,” sambungnya.
Tim NU Peduli Gempa Flores juga membuka donasi melalui LAZISNU NTT untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, evakuasi, layanan kesehatan, serta pendampingan masyarakat. Penggalangan kepedulian dapat disalurkan melalui BSI 7164790007 atas nama LAZISNU NTT dan konfirmasi ke kontak 082144503651 Gus Sholeh. Donasi juga dapat melalui situs https://www.nucare.id/campaign/pedulibencana dan NU Online Super App melalui fitur Galang Dana Korban Bencana.

1 jam yang lalu
1




English (US) ·
Indonesian (ID) ·