Kemarin, pengajuan Gubernur BI baru dan peningkatan inklusi keuangan

2 minggu yang lalu 11

Jakarta (ANTARA) - Terdapat berbagai peristiwa bidang ekonomi yang terjadi pada Senin (10/8/2026) yang masih hangat dan relevan untuk disimak kembali pada Selasa pagi ini.

Beberapa di antaranya adalah mulai dari Destry Damayanti diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) secara definitif, hingga indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang mengalami peningkatan tahun ini.

Berikut sajian rangkuman berita pilihan yang dapat disimak kembali hari ini.

Ekonom: Destry Damayanti sosok tepat lanjutkan kepemimpinan BI

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai keputusan Presiden Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia merupakan pilihan yang tepat untuk menjaga kesinambungan kebijakan moneter.

Selengkapnya di sini.

Danantara siapkan proses untuk miliki saham BEI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan tengah mempersiapkan proses upaya mempunyai kepemilikan atas saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selengkapnya di sini.

Kemnaker perkuat "link and match" pendidikan-industri berbasis data

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat upaya penyelarasan dan keterkaitan (link and match) antara dunia pendidikan dengan industri berbasis data.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan ) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, salah satu langkah penting dalam upaya ini adalah penguatan Sistem Informasi Pasar Kerja (Labour Market Information System/LMIS).

Selengkapnya di sini.

DJP: Belum ada rencana pemungutan pajak rumah kontrakan pada 2027

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan belum ada rencana pemungutan pajak baru yang khusus menyasar pemilik rumah kontrakan atau properti sewa pada 2027.

Selengkapnya di sini.

BPS: Indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat di 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 yang menunjukkan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

BPS mencatat indeks literasi keuangan masyarakat pada 2026 sebesar 69,57 persen, naik 2,93 basis poin dibandingkan 2025 yang sebesar 66,64 persen.

Selengkapnya di sini.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya