Jakarta, CNN Indonesia --
Salah satu kelompok Katolik tradisional dari Amerika Serikat membangkang Paus Leo XIV dengan mengangkat uskup tanpa melalui persetujuannya.
Padahal, Paus Leo XIV telah menyampaikan permohonan terakhir terhadap serikat Santo Pius X. Namun, kelompok tradisionalis tersebut bersikeras mengangkat uskup tanpa persetujuan Paus Leo XIV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, Paus Leo XII sudah memperingatkan bahwa tindakan itu merupakan dosa besar yang dilakukan kelompok tersebut.
Santo Pius X dikenal dengan kelompok Katolik yang mempertahankan nilai-nilai tradisional dan konservatif dan menolak gerakan reformasi gereja yang dipimpin Paus Leo XIV.
Paus Leo pun menghadapi tantangan terbesarnya menghadapi pembangkangan dari kelompok tersebut selama setahun menjabat sebagai Paus. Kelompok itu bersikeras menolak gerakan reformasi dari Vatikan dalam beberapa dekade terakhir.
Penahbisan tersebut, kata Paus kepada mereka, akan menjadi tindakan "schismatic" atau perpecahan. Jika mereka melanjutkan, para uskup baru akan dikucilkan, atau secara resmi dikeluarkan dari sakramen gereja.
"Saya memohon kepada Anda dan meminta dengan sepenuh hati: tolong batalkan!" tulis Paus dalam surat terakhir kepada serikat Santo Pius X, yang dikenal sebagai SSPX.
"Aku berdoa untukmu, karena merobek jubah Kristus yang tanpa jahitan adalah dosa yang sangat berat. Semoga Tuhan menerangi hati nuranimu dan membangkitkan hatimu."
Dalam ajaran Katolik, hubungan atau persekutuan antara uskup dan Paus adalah landasan persatuan gereja.
Sejak terpilih, Paus Leo telah menjadikan penguatan persatuan gereja sebagai fokus, tetapi keputusan kelompok tersebut untuk melanjutkan penahbisan uskup tanpa persetujuan Paus akan dipandang sebagai pelanggaran serius terhadap hukum gereja.
SSPX paling banyak tersebar di Amerika Serikat dengan markas organisasi itu di Missouri. Mereka juga memiliki seminari atau sekolah bagi para pastor di Dillwyn, Virginia.
Salah satu pastor yang besiap ditahbiskan menjadi uskup pada Rabu (1/7) adalah Pastor Michael Goldade yang merupakan kepala seminari.
Kelompok Santo Pius X didirikan pada 1970 di Swiss oleh Uskup Agung Marcel Lefebvre, seorang prelatus Prancis, tetapi lima tahun kemudian secara resmi dibubarkan oleh Uskup Fribourg.
Pada 1988 kelompok tersebut menahbiskan empat uskup tanpa persetujuan Paus yang menyebabkan ekskomunikasi mereka.
Inti dari perpecahan dari gereja arus utama adalah penentangan Lefebvre dan para pengikutnya terhadap reformasi gereja yang diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh Konsili Vatikan Kedua.
Kelompok 'Lefebvris' ini menolak ajaran konsili tentang kebebasan beragama, ekumenisme (ajaran tentang denominasi dan agama Kristen lainnya), dan reformasi ibadah Katolik. Salah satu reformasi utama dalam konsili tersebut.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·