Kendaraan militer Israel bermanuver di sisi perbatasan Lebanon, terlihat dari Galilea Atas di Israel utara, 18 Juni 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Israel dan Hizbullah dilaporkan telah menyetujui gencatan senjata yang akan dimulai pada pukul 16.00 waktu setempat hari ini, kata seorang pejabat senior AS. Kendati demikian, pesawat-pesawat Israel masih melakukan pengeboman hingga beberapa jam setelah gencatan diumumkan.
“Hizbullah dan Israel telah menyetujui gencatan senjata,” kata pejabat itu, seraya menambahkan bahwa perunding AS dan Qatar mencapai kesepakatan dengan bantuan Iran.
“Kami memahami bahwa setelah baku tembak hari ini, Israel dan Hizbullah kini berada dalam gencatan senjata.”
Pejabat tersebut, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya, menegaskan bahwa kedua belah pihak telah secara resmi menyetujui untuk menghentikan permusuhan setelah perundingan diplomatik yang intens.
Dua sumber Hizbullah mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa kelompok tersebut telah menerapkan gencatan senjata dengan Israel.
Namun, koresponden Al Mayadeen di Lebanon selatan melaporkan bahwa serangan udara Israel menargetkan Nabatieh ketika gencatan senjata mulai berlaku.
Sedangkan Channel 13 mengutip seorang pejabat tinggi Israel yang mengatakan, "Saat ini kami berada dalam kondisi gencatan senjata, dan jika Hizbullah tidak menyerang kami, maka menurut kami, ini bukan waktunya untuk berperang."
Ia menegaskan bahwa “pasukan Israel tetap berada di Lebanon selatan,” dan menyatakan, “Kami memiliki kebebasan beroperasi terhadap segala ancaman langsung yang menargetkan pasukan dan wilayah kami.”
Hal ini terjadi setelah pendudukan Israel secara dramatis memperluas kampanye udaranya di seluruh Lebanon semalam hingga Jumat, melancarkan gelombang pemboman di wilayah Selatan, Bekaa, dan distrik Baalbek.

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·