Presiden AS Donald Trump.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan bahwa Teheran setuju menyerahkan stok uranium yang diperkaya sebagai bagian dari kesepakatan mengakhiri perang. Menurut seorang sumber yang dekat dengan Juru Bicara Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, dikutip News 18, Jumat (17/4/2026) kesepakatan itu tidak pernah ada.
"Tidak ada soal transfer material nuklir telah dinegosiasikan," kata sumber itu membantah klaim Trump.
Sumber lainnya juga menolak klaim Trump dengan menyebut sebagai "kebohongan lain", dan menambahkan bahwa "tidak ada kemajuan besar telah dibuat" dalam perundingan lanjutan. Ia menegaskan bahwa kelanjutan dari negosiasi akan bergantung pada "kepatuhan terhadap semua syarat-syarat dari Iran."
Dilaporkan The Washington Post pada Kamis (16/4/2026), Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa Iran siap mentransfer uranium yang diperkaya ke AS. "Iran tidak memiliki senjata nuklir, dan mereka telah menyetujuinya," kata Trump.
"Iran telah menyetujuinya dengan sangat tegas. Mereka setuju menyerahkan debu nuklir yang berada jauh di bawah tanah, karena serangan yang kami lakukan dengan pesawat pengebom B-2."
Trump menggunakan istilah "debu nuklir" untuk merujuk pada uranium yang sangat diperkaya, menurut laporan tersebut.
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

1 minggu yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·