Jakarta, CNN Indonesia --
Iran disebut sedang mempertimbangkan memindahkan uranium yang telah diperkaya (enriched uranium) ke China.
Sejumlah media melaporkan pertimbangan ini muncul setelah Amerika Serikat meminta Iran untuk memusnahkan atau memindahkan uraniumnya, bahan utama membuat senjata nuklir, ke negara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip Jerusalem Post, permintaan itu muncul dari pihak AS menyusul negosiasi gencatan senjata AS-Iran yang masih terus berlangsung.
Sementara itu, China tidak membantah atau mengonfirmasi kabar tersebut. Respons Kementerian Luar Negeri China juga dinilai membuka kemungkinan itu.
Menjawab pertanyaan dalam konferensi pers pada Selasa (26/5), Kementerian Luar Negeri China mengatakan "sejak perang pecah antara AS-Israel dan Iran, China telah menjaga komunikasi erat dengan semua pihak terkait, termasuk Iran, dan terus bekerja tanpa lelah untuk menghentikan pertempuran serta mendorong perdamaian."
"Kami akan terus menjunjung semangat proposal empat poin Presiden Xi Jinping dan memainkan peran positif untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah serta kawasan Teluk sesegera mungkin," ucap juru bicara Kemlu China Mao Ning dalam transkrip yang dirilis kementerian.
Mao mengatakan terkait isu nuklir Iran, China secara konsisten mendukung penyelesaian damai atas isu tersebut melalui dialog dan negosiasi
"Dan (China) berharap semua pihak terkait dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mencapai solusi yang mempertimbangkan kepentingan sah seluruh pihak melalui perundingan," ucap Mao.
Mao juga mengisyaratkan pesan abu-abu dengan mengatakan bahwa China siap memainkan peran konstruktif dalam penyelesaian politik dan diplomatik isu nuklir Iran.
"Kami juga bersedia terus memainkan peran konstruktif dalam penyelesaian politik dan diplomatik isu nuklir Iran, menjaga rezim internasional nonproliferasi nuklir, serta mendorong perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah maupun dunia," kata Mao lagi.
Masih belum jelas apakah langkah Iran mengangkat opsi China sebagai lokasi pemindahan uranium 60 persennya benar-benar merupakan posisi yang diinginkan Teheran dalam konteks negosiasi secara keseluruhan, atau sekadar upaya menekan dan menguji sikap AS dalam isu tersebut.
Iran juga belum mengonfirmasi secara resmi terkait laporan ini.
Di bawah kesepakatan nuklir era Presiden Barack Obama pada 2015, hampir seluruh uranium Iran dipindahkan ke Rusia.
Namun, di periode pertama Presiden Donald Trump menjabat, AS menarik diri dari kesepakatan nuklir JCPOA 2015 dan membuat Iran kembali mengejar program senjata nuklir dan uraniumnya.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·