Jakarta, CNN Indonesia --
Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump jika kedua negara akan menggelar perundingan lanjutan di Qatar, Selasa (30/6).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Teheran tidak memiliki rencana untuk menggelar pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat "di tingkat mana pun dalam beberapa hari ke depan."
"Saya menegaskan bahwa kami tidak menjadwalkan pertemuan apa pun dengan pihak Amerika di tingkat mana pun dalam beberapa hari ke depan," kata Baghaei seperti dikutip Al Jazeera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baghaei mengonfirmasi bahwa ada pertemuan digelar di Qatar. Namun, ia mengatakan delegasi Iran dan AS tidak akan bertemu serta berunding secara langsung dalam pertemuan itu.
Baghaei menuturkan pertemuan di Doha kali ini kemungkinan akan berfokus mengenai implementasi sejumlah klausul nota kesepahaman (MoU), di mana kedua negara teken baru-baru ini di Swiss.
Pertemuan ini berlangsung kala kedua negara sempat terlibat ketegangan lagi dengan saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu imbas insiden serangan terhadap kapal komersial bendera Singapura di Selat Hormuz.
"Yang kemungkinan akan dilakukan di Doha besok adalah pembahasan mengenai implementasi sejumlah klausul dalam Memorandum Saling Pengertian (MoU), termasuk klausul yang berkaitan dengan pencairan aset Iran yang dibekukan, bersama pihak Qatar," ucap Baghaei.
Sebelumnya, Presiden Trump mengeklaim Iran meminta pertemuan dengan AS di Qatar pada hari ini, Selasa (30/6).
"Iran telah meminta pertemuan, pertemuan itu akan berlangsung besok di Doha!" tulis Trump di platform Truth Social pada Senin (29/6).
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian mengatakan bahwa utusan AS Steve Witkoff dan penasihat sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, akan terbang ke Doha untuk pertemuan itu.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·