Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan kesiapannya untuk memimpin penguatan International Tropical Peatland Center (ITPC) sebagai platform kolaborasi internasional bagi negara-negara pemilik gambut tropis.
Hal tersebut disampaikan Ketua Delegasi Kemenhut sekaligus Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi dalam The Fourth Meeting of the Partners of the Global Peatlands Initiative (GPI-4) di Lima, Peru.
“Dengan pengalaman Indonesia dalam melindungi dan mengelola ekosistem gambut, serta mandat Kemenhut yang mengelola lebih dari 70 persen kawasan gambut di kawasan hutan negara, kami siap memimpin penguatan ITPC sebagai pusat pengetahuan, inovasi, dan kerja sama internasional untuk masa depan gambut dunia,” kata Ristianto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, kepemimpinan tersebut akan diarahkan untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, pengembangan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset bersama, inovasi teknologi, serta mobilisasi kemitraan internasional dalam mendukung pengelolaan gambut tropis yang berkelanjutan.
Baca juga: Kemenhut prioritaskan Rp550 miliar buat sarpras & infrastruktur gambut
“Kami meyakini bahwa ITPC harus berkembang menjadi pusat kolaborasi global bagi negara-negara tropis,” ujar dia.
Ristianto menjelaskan Kemenhut telah membangun sistem tata kelola gambut yang komprehensif melalui penguatan regulasi, perlindungan kawasan gambut, restorasi ekosistem, pengelolaan berbasis lanskap, serta pemberdayaan masyarakat melalui Perhutanan Sosial.
Berbagai kebijakan tersebut, lanjut dia, menjadi fondasi utama dalam mendukung pencapaian target Indonesia's FOLU Net Sink 2030 dan komitmen Indonesia terhadap pengendalian perubahan iklim.
“Sebagai negara dengan salah satu bentang gambut tropis terbesar di dunia, Indonesia memandang bahwa tantangan pelestarian gambut tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri,” kata Ristianto.
Baca juga: KLH: 350 Desa Mandiri Peduli Gambut beri manfaat ekonomi masyarakat
“Dibutuhkan kepemimpinan global yang mampu menjembatani kerja sama antarnegara, memperkuat kapasitas, mempercepat inovasi, dan membangun standar tata kelola gambut tropis yang semakin kuat,” imbuhnya.
Dalam forum internasional tersebut, Indonesia juga mengundang seluruh negara anggota Global Peatlands Initiative, organisasi internasional, lembaga penelitian, sektor swasta, serta para mitra pembangunan untuk berpartisipasi pada Peatland Forest Forum 2026 yang akan diselenggarakan di Indonesia pada Oktober 2026.
Forum tersebut diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat aksi kolektif global, memperluas kolaborasi lintas negara, serta menghasilkan langkah nyata dalam pelindungan dan pengelolaan ekosistem gambut tropis.
“Indonesia siap menjadi bagian dari solusi global melalui kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi yang nyata,” ujar Ristianto.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·