IHSG berpotensi variatif di tengah pasar cermati kebijakan ekspor SDA

2 minggu yang lalu 14

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa berpotensi bergerak variatif di tengah pelaku pasar mencermati kebijakan ekspor satu pintu komoditas Sumber Daya Alam (SDA).

IHSG dibuka melemah 4,55 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.201,80. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,83 poin atau 0,29 persen ke posisi 629,38.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 5.880- 6.220,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ekspor satu pintu komoditas SDA melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan diterapkan bertahap mulai 1 Juni 2026 dan berlaku penuh pada 1 Januari 2027.

Baca juga: BEI dorong saham RI kembali masuk ke indeks global MSCI dan FTSE

Tahap awal akan mencakup ekspor CPO, batu bara, dan feronikel, dengan PT DSI dicantumkan sebagai co-exporter dalam sistem Indonesia National Single Window (INSW).

Selama masa transisi, perusahaan masih dapat mengekspor lewat mitra dagang masing-masing, namun pemerintah menegaskan tidak boleh ada manipulasi harga.

Kebijakan ini bertujuan memperbaiki tata kelola ekspor SDA dan mengurangi perbedaan data perdagangan Indonesia dengan negara mitra, seperti AS dan China yang selama ini mencapai puluhan miliar dolar AS.

Nico menilai, kebijakan tersebut menunjukkan upaya pemerintah memperketat kontrol devisa dan transparansi perdagangan komoditas strategis.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya